Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Tatib DPRD Belum Rampung Besok Berangkat Kunker ke Tulungagung

30 Oktober 2019, 07: 32: 18 WIB | editor : Abdul Basri

LAMBAN: Hamdi, anggota tim penyusun tatib DPRD Pamekasan berbincang dengan anggota tim lainnya usai rapat tertutup kemarin.

LAMBAN: Hamdi, anggota tim penyusun tatib DPRD Pamekasan berbincang dengan anggota tim lainnya usai rapat tertutup kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kinerja tim penyusun tata tertib (tatib) DPRD Pamekasan mendapat sorotan. Tatib belum disahkan hingga kini. Mereka malah mengagendakan kunjungan kerja (kunker) untuk menyelesaikan dokumen tersebut.

Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan Humaidi mengatakan, kinerja tim penyusun tatib sangat lamban. Pembahasan dimulai sejak beberapa bulan lalu sebelum pimpinan dewan definitif tetapi belum selesai.

Padahal, tatib itu hanya membahas pedoman kerja dewan. Seharusnya, sebelum kerja dewan dimulai, tatib rampung. ”Sangat disayangkan sampai sekarang tatib belum selesai,” katanya kemarin (29/10).

Humaidi berharap, tatib segera disahkan. Dengan demikian, aktivitas dewan lebih terarah dan disiplin. Tatib merupakan tumpuan segala aktivitas wakil rakyat dalam menjalankan tugas kedewanan.

Wakil Ketua Tim Pembahas Tatib Khairul Umam membenarkan tatib belum selesai. Tidak ada kendala apa pun mengenai pembahasan itu. Hanya, saat sekarang masih menunggu evaluasi dari gubernur.

Umam menyampaikan, jika evaluasi itu keluar, draf tatib akan disahkan dan bisa direalisasikan. ”Sesuai aturan, sebelum tatib ditetapkan memang harus dikonsultasikan ke gubernur,” ujarnya.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, tatib butuh perbandingan dengan daerah lain yang lebih bagus penerapannya. Dengan demikian, tim pembahas tatib mengagendakan kunker.

Ada dua opsi daerah yang diusulkan. Yakni, Jakarta dan Tulungagung. Namun, berdasarkan surat yang masuk ke pimpinan, tim yang dikomandani Ach. Tatang dari Fraksi Madani itu akan kunker ke Tulungagung.

Menurut Fathor, pilihan tersebut tepat. Sebab, kondisi di Tulungagung hampir mirip dengan Pamekasan. ”Surat masuk, tim pembahas tatib akan kunker ke Tulungagung,” kata politikus PPP itu.

Kunker dilakukan agar tatib yang bakal ditetapkan hasilnya baik. Mengingat, dokumen tersebut sebagai pedoman anggota dewan dalam beraktivitas selama menjabat sebagai wakil rakyat.

Pria berkacamata itu berharap, tatib segera tuntas dan disahkan. Dengan demikian, pedoman aktivitas untuk lima tahun ke depan bisa direalisasikan dengan baik. ”Dalam waktu dekat akan disahkan,” tandasnya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia