Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Proyek Dekranasda Lebihi Deadline

Komisi III Klaim Sudah Beri Peringatan

30 Oktober 2019, 07: 22: 53 WIB | editor : Abdul Basri

MOLOR: Tukang mengerjakan pembangunan gedung dekranasda di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin.

MOLOR: Tukang mengerjakan pembangunan gedung dekranasda di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pembangunan gedung kantor dewan kesenian nasional daerah (dekranasda) di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma, Sampang, molor. Sesuai deadline, semestinya hari ini (30/10) proyek tersebut sudah tuntas. Tapi, hingga siang kemarin masih banyak pekerjaan yang belum tuntas.

Pantauan RadarMadura.id, masih banyak pekerja yang melanjutkan proyek dekranasda kemarin (29/10). Sebagian masih mengolah pasir dan semen, finishing tembok, dan lain sebagainya.

Proyek pembangunan gedung dekranasda digarap oleh CV Abanda Sarana. Nilai kontraknya sebesar Rp 1,3 miliar. Sesuai kontrak, pelaksanaan proyek ini diberi waktu selama 90 hari dengan batas akhir hari ini.

Pelaksana Harian CV Abanda Sarana Miftahul Arifin mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya secara optimal. Saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap finishing.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa memastikan pekerjaan selesai tepat waktu. ”Kalau sampai Rabu (hari ini, Red) sekitar finishing perkiraan,” kata Miftahul Arifin.

Dia memperkirakan hari ini bisa sampai 95 persen pekerjaan tuntas. Dengan demikian, untuk menyelesaikan hingga 100 persen butuh tambahan waktu. Tidak dijelaskan berapa hari tambahan waktu yang dibutuhkan.

”Kita hitungan dulu, kita koordinasi dengan dinas. Tidak bisa satu pihak, kan ada pengawas juga,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sampang Muhammad Subhan mengaku kecewa dengan molornya pembangunan gedung dekranasda. Sebab, semestinya pekerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu. Apalagi waktu yang disediakan cukup lama, yakni 90 hari.

”Seharusnya rekanan itu mempercepat pembangunan agar tidak molor. Kalau perlu tambah pekerja sebanyak-banyaknya,” katanya.

Politikus PPP itu juga mengaku sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan gedung dekranasda pertengahan Oktober lalu. Saat itu pihak pelaksana menyanggupi untuk tuntas tepat waktu. Tetapi faktanya, sampai batas waktu yang ditentukan belum selesai 100 persen.

”Kami sudah kasih warning, sudah wanti-wanti agar rekanan lebih optimal bekerja, tapi tetap saja molor,” tegasnya.

”Saya berharap pekerjaan yang lain tidak molor seperti pembangunan gedung dekranasda ini,” tukasnya. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia