Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Pemasaran 20 Produk ke Toko Modern Tertunda

30 Oktober 2019, 07: 20: 40 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Karyawan merapikan dagangan di toko modern di Jalan KH Wachid Hasyim kemarin.

LENGANG: Karyawan merapikan dagangan di toko modern di Jalan KH Wachid Hasyim kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang berencana memperlebar pemasaran produk industri kecil menengah (IKM) di toko modern. Namun, sampai saat ini rencana tersebut belum dijalankan.

Pasalnya, Kepala Disperdagprin Sampang sebelumnya, Wahyu Prihartono, dimutasi ke Dinas Perikanan Sampang lima hari lalu. Kini, disperdagprin dikomandani Abd. Hannan sebagai pelaksana tugas (Plt).

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Disperdagprin Sampang Moh. Irwan Ferdiawan mengatakan, direncanakan awal November pihaknya akan memasukkan kembali produk IKM ke toko modern. Jika sebelumnya produk IKM sudah dipasarkan di Indomaret, kini akan menyasar Alfamart.

”Rencananya November mulai dipasarkan. Sekarang kita masih menunggu pimpinan, karena sekarang ada pergantian Kadis,” ujarnya kemarin (29/10).

Ada 20 produk IKM yang akan dimasukkan ke Alfamart. Jenis produk yang dipasarkan bervariasi. Di antaranya jenis camilan kering, minuman, petis, bumbu-bumbu, saus, tomat, dan lain-lain.

Pihaknya mengakui bahwa saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut. Kemungkinan pemasaran produk IKM terancam molor. ”Sampai sekarang belum ada kabar lanjutan,” kata Irwan.

Sebelumnya, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Alfamart. Juga, telah membahas tentang produk yang akan dijual. Diupayakan agar produk IKM tersebut dijual di semua Alfamart di Madura.

”Sebenarnya, kita tinggal menunggu fasilitas kemasan produk. Kami harapkan produk IKM ini tidak hanya dipasarkan di daerah Sampang saja,” harapnya.  

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman meminta agar Plt yang ditunjuk segera melakukan koordinasi dengan pegawai di disperdagprin. Program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus lebih diutamakan.

”Intinya, harus langsung bekerja. Jangan sampai program-program yang sudah dirancang terbengkalai,” pintanya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia