Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Catatan

Menembus Pintu Langit, Menebar Optimisme

Oleh Imam S. Arizal

29 Oktober 2019, 03: 46: 10 WIB | editor : Abdul Basri

Imam S. Arizal Wartawan Jawa Pos Radar Madura

Imam S. Arizal Wartawan Jawa Pos Radar Madura (RadarMadura.id)

Share this      

SUATU hari, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdiskusi ringan dengan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Diskusi antara atasan dan bawahan atau antara senior dan junior ini membahas pembangunan di Jawa Timur (termasuk di Pamekasan). Dari pertemuan itu, kemudian terselip letupan kecil bahwa membangun provinsi atau kabupaten tidak cukup dengan akal sehat.

Pembangunan memang perlu disusun dalam bentuk RPJMD, renstra, roadmap, atau bahkan dengan teori-teori yang jelas dan terukur. Tetapi, itu tidak cukup. Sebab, semua itu hanya rencana. Puncak segala rencana itu adalah pertolongan dari Sang Maha Pemilik Rencana, Penguasa Jagat Raya, Allah SWT.

Kisah diskusi itu diceritakan ulang oleh Baddrut Tamam di hadapan peserta seminar internasional di Pendapa Ronggosukowati, Pamekasan, Sabtu pagi (26/10). Saya berkesempatan mengikuti seminar bertajuk Opportunities and Challenges of Potential Local Products to Penetrate International Market itu. Empat kepala daerah di Madura, pimpinan legislatif, pelaku usaha, serta tokoh-tokoh agama juga mengikutinya.

Menembus Pintu Langit

Dari kisah pertemuan dua kepala  daerah itu saya pun berkesimpulan, betapa pentingnya sebuah rencana dan betapa tak berhingganya doa. Kita boleh mengatur banyak rencana, banyak mimpi, tetapi tentu tidak boleh lupa untuk menyandarkan mimpi-mimpi itu kepada Ilahi. Penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata pernah bilang, ”bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Menembus pintu langit dengan doa-doa perlu dilakukan agar mimpi-mimpi terkabulkan. Banyak cara yang dilakukan untuk menembus pintu langit itu. Gubernur Jawa Timur melakukannya dengan kegiatan yatiman. Yakni, secara rutin memberikan santunan kepada anak yatim. Cara ini juga dilakukan oleh bupati Pamekasan. Dari doa anak-anak yatim itu kemudian diharapkan pintu langit terbuka dan keberkahan turun ke bumi. Agar langit memberikan restu terhadap rencana-rencana di bumi.

Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri mengemukakan bahwa tiada yang dapat memecahkan persoalan hidup yang rumit, kecuali memohon pertolongan kepada Allah. Pikiran dan solusi yang disodorkan manusia memiliki keterbatasan. Sedang kekuasaan dan pertolongan Allah tiada terhingga, tiada batas, luas. Jika ada yang tidak terbatas, mengapa harus meminta pertolongan kepada yang terbatas.

Menebar Optimisme

Seorang pemimpin sejatinya merupakan wakil Tuhan di bumi. Atau dia menjadi jembatan antara bumi dan langit. Pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada Sang Pencipta. Tetapi, dia juga memiliki kewajiban menjalankan tugas-tugasnya di bumi.

Tentu saja menjadi pemimpin tidaklah semudah yang kita bayangkan, duduk diam dan menerima gaji bulanan. Pemimpin butuh inovasi, pemikiran yang jernih, hati yang ikhlas, serta memberikan inspirasi dan menebar optimisme bagi warga yang dipimpinnya. Optimisme warga penting guna mempermudah langkah-langkah kebijakan yang dibangun.

Antara visi-misi pemimpin dengan harapan-harapan masyarakat harus seirama. Pemimpin perlu menjawab persoalan-persoalan di bawah. Bukan sebaliknya, justru menjadi persoalan baru bagi rakyatnya. Pun demikian, rakyat perlu menaruh keyakinan atas para pemimpin yang telah dipilih Tuhan kepadanya.

Problemnya, pemimpin sering dihadapkan dengan sikap antipati dan pesimisme warga. Ini hampir terjadi di berbagai daerah. Bahkan, konon Bupati Abdullah Azwar Anas butuh tiga tahun untuk meyakinkan masyarakat Banyuwangi tentang program-program yang disusunnya. Sebuah waktu yang tidak singkat mengingat jabatan kepala daerah hanya lima tahun.

Padahal, sikap optimismelah yang akan mengantarkan seseorang pada kesuksesan. Orang-orang yang optimis selalu yakin bahwa apa yang dimimpikannya bisa terwujud. Jika gagal satu waktu, dia akan mencoba di waktu yang lain hingga kesuksesan itu benar-benar terwujud.

Sebaliknya, orang pesimis hanya akan menunggu bahwa kekhawatiran akan kegagalan itu segera terwujud. Manakala dia benar-benar gagal, dia akan berkesimpulan bahwa keyakinannya benar. Yakni, yakin bahwa dirinya akan gagal. Inilah puncak pesimisme di mana yang terbayang  di hadapannya hanya kegagalan dan kegagalan.

Pemimpin daerah tidak boleh bersikap pesimis. Pun demikian yang dipimpin juga harus memiliki optimisme yang kuat. Jiwa yang optimis saja akan sering bersandungan dengan kegagalan. Apalagi yang dari awal sudah teracuni oleh pesimisme, antipati, dan bahkan frustasi.

Optimisme perlu berjalan lurus dengan imajinasi tentang kemajuan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Bukankah penemu-penemu spektakuler dunia memulai risetnya dengan imajinasi dan optimisme yang kuat?  Mereka melakukan percobaan demi percobaan dengan penuh optimisme bahwa imajinasinya suatu waktu akan menjadi kenyataan.

Sekadar contoh, penemuan lampu pijar listrik pada 1879 tidak lepas dari imajinasi Thomas Alva Edison. Konon dia disebut-sebut mengalami kegagalan dalam uji cobanya sebanyak 999 kali. Baru pada penelitian yang ke-1000 dia mencapai kesuksesan.

Ada banyak penemuan lain yang dimulai dari mimpi. Semisal penemuan pesawat terbang oleh Wright bersaudara era 1900-an atau penemuan televisi oleh John Logie Baird pada tahun 1920-an. Sebelum sukses terwujud, jiwa-jiwa yang rapuh atau sikap antipati yang dituhankan tentu akan menertawakan percobaan demi percobaan yang mereka lakukan.

Maka tak heran bila Albert Einstein mengatakan bahwa imajinasi jauh lebih penting daripada pengetahuan. Atau dalam bahasa KH Agoes Ali Masyhuri, keyakinan melebihi ilmu pengetahuan. Karena itulah, menembus pintu langit, menebar optimisme, dan mempertebal keyakinan merupakan satu langkah untuk mewujudkan cita-cita, harapan, dan kesuksesan di masa kini atau masa-masa yang akan datang. Wallau a’lam. 

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia