alexametrics
Jumat, 26 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Sejak Empat Tahun Terakhir Pemerkosaan Tembus 33 Kasus

25 Oktober 2019, 01: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Warga berjalan di depan kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Sumenep di Jalan Trunojoyo kemarin.

SEPI: Warga berjalan di depan kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Sumenep di Jalan Trunojoyo kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Angka kasus pemerkosaan di Kota Keris masih tinggi. Sejak empat tahun terakhir mencapai 33 kasus. Angka ini yang dicatat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Sumenep.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Sumenep Sri Endah Purnamawati menyampaikan, kasus pemerkosaan paling banyak terjadi pada 2016, yakni 11 kasus. Sementara pada 2017 ada 8 kasus, dan 5 kasus di 2018. Kemudian, pada 2019 hingga September sudah ada  9 kasus pemerkosaan.

Menurut Endah, tahun ini jumlah kasus pemerkosaan meningkat daripada tahun sebelumnya. Padahal saat ini belum genap setahun. Jumlah ini belum bisa dipastikan karena kejadian bisa terjadi kapan saja dan mengubah angka dalam data.

Pihaknya selalu melakukan pendampingan terhadap korban pemerkosaan. Sejauh ini, kesadaran masyarakat untuk melapor masih minim. Biasanya keluarga korban langsung melapor ke kepolisian untuk diberikan tindakan kepada pelaku.

Sebagian masyarakat menganggap hal itu tergolong privasi. Jadi ketika dilaporkan, pihak keluarga merasa malu. ”Terkadang keluaraga enggan melaporkan karena dianggap aib,” ujarnya kemarin (24/10).

Ketika dihadapkan pada kondisi tersebut, pihaknya berupaya turun ke lapangan mencari informasi di masyarakat. Meski tidak ada laporan, pelayanan dan pendampingan bisa terus ditingkatkan.

Kedatangan timnya untuk memberi dukungan dan pendampingan. Termasuk saat proses hukum berlangsung, pendampingan tetap diberikan. Masyarakat harus menyadari keberadaan instansinya bukan untuk membuka aib korban. (c3)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news