Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dibacok Tetangga gara-gara Isu Uang Pilkades

24 Oktober 2019, 03: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BERBARING: Korban pembacokan dirawat di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo kemarin.

BERBARING: Korban pembacokan dirawat di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Tojuh alias Pak Milah, 55, dibacok tetangganya sendiri kemarin (23/10). Dugaan sementara, pelakunya Anes alias Pak Sanin, 45.

Pembacokan tersebut terjadi di Dusun Selatan, Desa Turbuk, Kecamatan Pademawu, sekitar pukul 11.30. Pembacokan itu diterangai masalah pilkades beberapa waktu lalu.

”Awalnya, saya, Pak Taha, dan korban duduk bertiga di depan rumah. Tiba-tiba pelaku (Pak Anes, Red) datang menghampiri kami, ” kata Hadam, salah satu keluarga korban.

Kedatangan Anes saat itu untuk berbicara dengan Taha. Anes menanyakan soal dirinya yang diisukan menerima Rp 4 juta dari salah satu calon kepala desa beberapa waktu lalu. Sebab, informasi yang beredar tersebut bersumber dari Taha.

”Karena keduanya bersitegang, korban meminta agar mereka pulang ke rumah masing-masing. Tapi, pelaku tidak terima dengan ungkapan korban. Pelaku pun melontarkan kata-kata  kasar dan tidak sopan,” ceritanya.

Korban pun tersinggung dengan perkataaan Anes. Namun, secara tiba-tiba pelaku mengambil  senjata tajam dan ditebaskan ke perut korban.

”Awalnya tidak ada masalah dengan korban. Dia bermasalah dengan Pak Taha. Korban hanya ingin melerai,” terangnya.

Saat ditebas, korban langsung tersungkur dan mengeluarkan banyak darah. Bahkan, tidak sadarkan diri. ”Kami fokus menangani korban, lukanya kami balut dengan kain. Sementara pelaku kita biarkan lari,” ujarnya.

Korban langsung dibawa ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo untuk mendapat bantuan medis. Sementara pelaku langsung kabur.

Pihak keluarga korban berharap agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, tindakan yang bersangkutan telah membuat orang lain terluka. ”Saya meminta agar aparat menindak tegas,” pintanya.

Hingga berita ini ditulis, polisi belum bisa dimintai keterangan. Upaya konfirmasi kepada Wakapolsek Pademawu Ipda Nanang juga tak membuahkan hasil.

(mr/sin/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia