Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

SMA-SMK Tak Dapat DAK Banyak Sekolah Butuh Sarpras

21 Oktober 2019, 02: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SMA-SMK Tak Dapat DAK Banyak Sekolah Butuh Sarpras

Share this      

SUMENEP – Pengelola lembaga pendidikan SMA dan SMK di Sumenep dituntut pandai mengelola keuangan. Sebab, tahun ini tidak ada lembaga SMA-SMK yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Padahal, sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi kebutuhan.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso tidak menampik peningkatan mutu pendidikan di Sumenep masih terhambat. Hal itu terjadi karena tidak adanya lembaga pendidikan yang kecipratan DAK dari pemerintah pusat. ”Tahun ini tidak ada yang mendapatkan sama sekali,” ucapnya kemarin (20/10).

Dia mengungkapkan, nihilnya aliran DAK disebabkan minimnya keseriusan lembaga pendidikan untuk mengakses dana dari pemerintah pusat tersebut. Dia menyebut, pada 2018 tidak ada lembaga pendidikan yang mengajukan untuk mendapatkan bantuan dari DAK 2019. ”Setelah saya cek, tidak ada satu pun sekolah yang mengajukan (DAK) melalui Krisna (aplikasi pengajuan DAK,),” tuturnya.

Padahal, kata Sugiono, di Kota Keris banyak lembaga pendidikan yang membutuhkan sarpras. Salah satunya, pembangunan ruang kelas bersama (RKB). Dia menilai, masih banyak lembaga pendidikan yang kekurangan gedung, khususnya untuk laboratorium. ”Kalau yang SMK sudah bagus laboratoriumnya. Lah SMA ini yang kekurangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono memaparkan, masih banyak lembaga pendidikan yang laboratorium lembaga pendidikannya belum lengkap. Mulai dari laboratorium kimia, biologi, kimia, fisika, dan bahasa. ”Rata-rata masih banyak lembaga pendidikan SMA yang belum memiliki laboratorium representatif. Rata-rata masih menggunakan kelas biasa,” imbuhnya.

Sugiono mengklaim, pihaknya sudah meminta semua lembaga pendidikan mengajukan bantuan DAK kepada pemerintah pusat. Tujuannya, agar lembaga pendidikan SMA-SMK di Kota Keris bisa mengakses bantuan itu. ”Sudah saya ingatkan semua kepala sekolah dan operatornya untuk proaktif mengisi di Krisna. Sebab, semua pendaftarannya sekarang melalui online,” akunya.

Hampir semua sekolah di bawah naungan lembaganya tahun ini mengajukan untuk menjadi penerima DAK 2020. Pihaknya berharap, tahun depan banyak lembaga yang kecipratan dana dari pemerintah pusat tersebut. ”Kualitas pendidikan semakin bagus kalau sarprasnya sudah terpenuhi,” tandasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia