Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Lomba Tahfiz Jaring Generasi Qurani

21 Oktober 2019, 04: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KHIDMAT: Peserta mengikuti perlombaan tahfiz Quran juz 30 di Ponpes Aqidah Usymuni kemarin.

KHIDMAT: Peserta mengikuti perlombaan tahfiz Quran juz 30 di Ponpes Aqidah Usymuni kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Forum Silaturrahim Santri Daratan (Forssad) Pondok Pesantren Aqidah Usymuni menggelar lomba tahfiz Alquran juz 30 tingkat kabupaten. Lomba tersebut dilaksanakan di Masjid Al Aqsho pondok yang berada di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. Kegiatan itu didukung Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sebagai media partner.

Ketua panitia Farid menyampaikan, lomba dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Sasaran lomba ditujukan kepada anak dengan usia maksimal 15 tahun. Lomba diikuti 60 peserta.

Dua puluh peserta perempuan dan 40 laki-laki. Lomba tahfiz untuk anak baru dilaksanakan kali pertama. Menyasar anak-anak untuk menjaring prestasi para hafiz dan hafizah di Sumenep. Panitia akan mengambil juara 1, 2, dan 3 serta harapan 1, 2, dan 3.

ANTRE: Peserta menunggu giliran untuk berlomba di Ponpes Aqidah Usymuni kemarin.

ANTRE: Peserta menunggu giliran untuk berlomba di Ponpes Aqidah Usymuni kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Juara akan mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Penilaian untuk peserta terdiri atas kelancaran membaca, kefasihan makharijul huruf, tajwid, dan etika peserta. Dia berharap, peserta bisa bersaing sportif.

Farid mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk ikut lomba ini sangat tinggi. Beberapa perwakilan yayasan harus ditolak karena kuota terbatas. Kesepakatan panitia, peserta maksimal 60 dengan delegasi maksimal dua peserta per yayasan. ”Sekitar 15 yayasan terpaksa kami tolak karena kuota peserta sudah penuh,” jelasnya.

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni KH Lukman Hakim mengapresiasi dan mendukung kreativitas para santri. Lomba ini kali pertama dilaksanakan di tingkat Kabupaten Sumenep. Apalagi momennya juga bertepatan dengan HSN 2019.

Lomba ini diharapkan mampu menggiring masyarakat untuk meningkatkan kecintaannya terhadap pengetahuan Alquran sehingga mampu melahirkan generasi baru pencinta Alquran. ”Semoga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai, menghafal, dan mendalami ilmu Alquran,” jelasnya. (c3)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia