Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Jangan Salah Pilih Pejabat, Belasan Kursi Jabatan Eselon II Kosong

21 Oktober 2019, 01: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Jangan Salah Pilih Pejabat, Belasan Kursi Jabatan Eselon II Kosong

Share this      

SAMPANG – Banyaknya kursi jabatan eselon II yang kosong mendapat perhatian fraksi DPRD Sampang. Kekosongan jabatan menjadi salah satu poin yang disampaikan saat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi DPRD beberapa waktu lalu.

”Mengisi kursi jabatan yang kosong ini penting, apalagi eselon II. Sehingga, roda pemerintahan bisa berjalan. Kami dari fraksi PPP terus mendorong supaya itu segera diisi,” kata anggota fraksi PPP Moh. Faruq kemarin (20/10).

Pihaknya juga meminta supaya kursi eselon II yang kosong diisi oleh pejabat yang benar-benar kompeten. Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab bisa dilaksanakan dengan baik dan optimal. ”Kalau jabatan dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan, saya pastikan pejabat yang bersangkutan akan melaksanakan tugas dengan senang dan nyaman,” terangnya.

Fraksi PPP juga menegaskan bahwa selama ini banyak jabatan penting di Sampang diisi oleh pejabat yang tidak kompeten, sehingga tidak bisa melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. ”Kami tidak ingin roda pemerintahan di Sampang ini amburadul lagi. Kami ingin supaya pemangku kebijakan tertinggi di eksekutif mengubah tatanan pemerintah ini lebih baik,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta bupati segera bertindak dan menggunakan kebijakannya untuk segera melakukan pengisian terhadap kursi jabatan eselon II yang kosong. ”Sampang hebat bermartabat akan terwujud jika bisa menempatkan pejabat sesuai dengan bidang dan kemampuannya,” tegas Faruq.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan, pengisian kursi jabatan setara eselon II hanya menunggu surat resmi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Menurut dia, pihaknya juga masih menunggu. ”Kursi jabatan eselon II ini memang tidak boleh kosong. Nanti kalau sudah selesai akan segera dilantik,” katanya.

Namun, pihaknya tidak menampik bahwa dirinya kesulitan mencari sosok pejabat yang tepat dan mampu mengisi beberapa kursi jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). ”Solusi kami, diisi dengan pejabat plt, karena itu benar secara aturan,” pungkapnya. 

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia