Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Penuhi Aspek Guidelines, BPJS Ketenagakerjaan Sabet Dua Penghargaan

Dalam WSSF Yang Digelar ISSA di Brussels

18 Oktober 2019, 13: 02: 01 WIB | editor : Haryanto

BANGGA: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (dua dari kiri) menerima penghargaan dari ISSA dalam WSSF.

BANGGA: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (dua dari kiri) menerima penghargaan dari ISSA dalam WSSF. (Humas BPJS Ketenagakerjaan for RadarMadura.id)

Share this      

BELGIA - BPJS Ketenagakerjaan meraih dua penghargaan sekaligus di ajang pertemuan institusi jaminan social sedunia atau World Social Security Forum (WSSF), Rabu (16/10).

WSSF tersebut, digelar selama empat hari oleh International Social Security Association (ISSA) di Brussels. Sesuai jadwal, pertemuan WSSF digelar mulai 14 Oktober hingga 18 Oktrober mendatang.

Forum WSSF dihadiri 152 negara. BPJS Ketenagakerjaan merupakan satu-satunya perwakilan asal Indonesia dari ketujuh institusi penerima penghargaan ISSA.

PRESENTASI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat paparan.

PRESENTASI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat paparan. (Humas BPJS Ketenagakerjaan for RadarMadura.id)

Dua penghargaan itu adalah ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) Program.

Penghargaan yang diterima BPJS Ketenagakerjaan merupakan yang tertinggi dalam hal pengembangan dan pemanfaatan sistem Teknologi Informasi (TI) dalam pelaksanaan program RTW.

Penghargaan ini hanya diberikan kepada mereka yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan social (guidelines) dari ISSA.

Sekretaris Jendral ISSA Abi Ramia Caetano menuturkan, program RTW dari BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memenuhi aspek guidelines yang ditentukan ISSA.

"Bahkan, mampu memberi masukan yang krusial bagi ISSA untuk lebih menyempurnakan guidelens," ujarnya.

Seremoni penyerahan penghargaan disaksikan oleh 1.000 delegasi WSSF. Hadir juga menonton penyerahan penghargaan lebih dari 300 perwakilan institusi delegasi 152 negara.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, institusinya selalu berusaha mengembangkan sistem IT yang handal. Tapi, tetap efisien dan tidak menghilangkan standart keamanan.

Sehingga, lanjut Agus Susanto, mampu menghadapi tantangan di lapangan. Inovasi lain yang dikembangkan mulai sistem keagenan PERISIA, mobile BPJSTKU, hingga sitem antrean JHT.

"Program ini berjalan dan berkembang pesat. Hal ini, tercapai berkat RTW yang terencana dengan baik dan dukungan personal case manager yang bekerja profesional," terangnya.

Selain itu, Agus Susanto juga mengapresiasi jalinan kerjasama dengan 7.417 ribu rumah sakit yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta di seluruh Indonesia.

"Saya berharap penghargaan yang diterima bisa memotivasi insan BPJS ketenagakerjaan di Indonesia. BPJS adalah lembaga jaminan sosial pertama di Indonesia yang mendapat dua penghargaan sekaligus," tegasnya.

Agus Susanto mengungkapkan, diterimanya penghargaan membuktikan program jaminan untuk ketenagakerjaan di Indonesia telah mencapai standart Internasional.

"Kami akan terus terus berusaha memberi kemudahan saat melayani dan memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya. (Chitrani Nurindraty)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia