Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Palsukan Sertifikat Tanah 2008–2009 Kejari Eksekusi Notaris

18 Oktober 2019, 06: 51: 57 WIB | editor : Abdul Basri

TANPA PERLAWANAN: Irwan Yudhiyanto ketika digelandang dari kantornya di Jalan Pemuda Kaffa, Ruko Graha Metro 15 Bangkalan kemarin siang.

TANPA PERLAWANAN: Irwan Yudhiyanto ketika digelandang dari kantornya di Jalan Pemuda Kaffa, Ruko Graha Metro 15 Bangkalan kemarin siang. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sembilan hari lagi genap tiga tahun putusan kasasi kasus yang menyeret Irwan Yudhiyanto. Pada 2016 dia diputus bersalah dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah. Namun, baru dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kemarin (17/10).

Perkara tersebut bergulir sejak 2014. Kali pertama ditangani Polres Bangkalan. Notaris 47 tahun itu telah melakukan tindak pidana pemalsuan sertifikat tanah 2008–2009. Korbannya sepuluh orang.

Dia dijerat pasal 263 ayat 1 KUHP juncto pasal 65 ayat 1. Kemudian, dilimpahkan ke kejaksaan. Lalu menggelinding ke Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Oleh majelis hakim dia divonis setahun pidana penjara.

DIGIRING: Irwan Yudhiyanto tiba di kantor Kejaksaan Negeri Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta kemarin.

DIGIRING: Irwan Yudhiyanto tiba di kantor Kejaksaan Negeri Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Mendapat vonis itu Irwan mengajukan banding. Upaya itu berhasil hingga diputus satu tahun percobaan. ”Atas dasar itu, JPU melakukan upaya hukum kasasi dan putusannya adalah dua tahun pidana penjara,” jelas Kajari Bangkalan Badrut Tamam.

Penyidik melakukan penyelidikan keberadaan terpidana itu lebih kurang sebulan. Keberadaannya terlacak di kantornya di Jalan Pemuda Kaffa, Ruko Graha Metro 15 Bangkalan. Dia terpantau berada di lokasi itu pukul 12.23.

Eksekusi dipimpin Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin didampingi Kasiintel Putu Arya Wibisana dan stafnya. Mereka juga didampingi dua prajurit tentara. Usai memberikan penjelasan, terpidana dibawa ke Kantor Kejari Bangkalan pukul 13.29 di Jalan Soekarno-Hatta.

Badrut menegaskan, pihaknya melaksanakan eksekusi terhadap Irwan selaku pekerjaan notaris di Bangkalan. ”Putusannya di tingkat Mahkamah Agung atau pelaksanaan upaya hukum kasasi,” ujarnya.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, perkara tersebut mulai 2014. Putusan tingkat kasasi 27 Oktober 2016. Penangkapan ini dilakukan setelah kejari memeriksa terhadap beberapa penanganan perkara yang belum dieksekusi. ”Kami dibantu jajaran intelijen dan perjalanan eksekusi berjalan tertib dan lancar,” bebernya.

Badrut mengungkapkan, dalam praktiknya Irwan melakukan beberapa kali pemalsuan akta tanah. ”Semua penegakan hukum harus berjalan. Perkara ini dari kepolisian yang merupakan tindak pidana umum,” jelasnya.

Menurut Badrut, yang bersangkutan melakukan pemalsuan 2008–2009. Pihaknya telah melihat beberapa objek materi perkara. ”Saat ini tinggal melakukan eksekusi karena sudah inkrah. Hari ini (kemarin, Red) kita laksanakan, dan hari ini juga selesai dilaksanakan,” pungkasnya.

Dalam kasus yang sama, tiga orang sudah lebih dulu mendekam di penjara untuk menjalani hukuman. Mereka adalah Hadrawi Mubarok bin Muhammad Sahari, Muhammad Hari Yamin, dan Ko Tjunaedy Wibowo.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia