Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Tak Sesuai RAB dan tanpa Papan Nama

Temuan Komisi III dalam Sidak SPAM

18 Oktober 2019, 06: 37: 33 WIB | editor : Abdul Basri

KURANG DALAM: Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam mengukur kedalaman pipa di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, kemarin.

KURANG DALAM: Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam mengukur kedalaman pipa di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Komisi III DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua paket pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) kemarin (17/10). Hasilnya, para wakil rakyat menemukan pekerjaan tidak sesuai dengan yang tertera di dokumen rencana anggaran biaya (RAB).

Juru Bicara Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam mengungkpakan, ada dua paket yang dia tinjau kemarin. Pertama pipanisasi di Desa/Kecamatan Torjun. Kedua, pipanisasi di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, yang satu paket dengan pengeboran di Pangelen, Kecamatan Sampang.

Menurut Abdus, pemasangan pipa di dua titik itu tidak sesuai dengan yang tertera di RAB. Di Desa Torjun, semestinya pipa berada di kedalaman 150 sentimeter. Tetapi fakta di lapangan, kedalaman pipa hanya 134 sentimeter setelah diukur sendiri oleh wakil rakyat.

Kemudian, di Desa Kanjar juga sama. Semestinya kedalaman pipa 80 sentimeter dari permukaan tanah. Tetapi fakta di lapangan setelah dilakukan pengukuran hanya 75 sentimeter. Hal itu menurutnya perlu dievaluasi oleh pelaksana proyek.

”Pipanya sudah SNI saya lihat, tetapi kurang dalam. Tadi kami minta kontraktornya supaya pipa dipasang lebih dalam,” jelas Abdus.

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan adanya papan nama di dua proyek tersebut. Padahal, papan nama sangat penting. Tujuannya, agar masyarakat bisa mengetahui secara detail terkait pelaksanaan proyek.

”Saya berharap kepada semua pelaksana proyek supaya papan nama dicantumkan. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwa itu proyek dari dana apa dan lain sebagainya,” tegasnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPRKP Sampang Atiek mengatakan bahwa memang ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Sebab, pekerjaan proyek tersebut baru dimulai.

Atiek berterima kasih atas masukan-masukan dari komisi yang membidangi pembangunan tersebut. ”Iya, nanti kami perbaiki. Nanti ada evaluasi dan lain sebagainya. Saya sudah perintahkan untuk memasang papan nama,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua paket proyek yang disidak wakil rakyat bersumber dari dana berbeda. Pipanisasi di Desa Torjun bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,7 miliar. Proyek pipanisasi yang dibangun sepanjang 3.023 meter.

Sementara pipanisasi di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, merupakan satu paket dengan pengeboran di Desa Pangelen, Kecamatan Sampang. Proyek ini bersumber dari bantuan keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur senilai Rp 2,4 miliar.

Pengawas lapangan pipanisasi di Desa Torjun Sahrul menegaskan bahwa pihaknya sudah memerintahkan pelaksana proyek untuk memasang papan nama. Menurutnya, papan informasi tersebut sudah dipasang di ujung proyek. ”Dipasang di kecamatan,” kelitnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengawas lapangan pembangunan di Desa Kanjar dan Desa Pangelen Ainul Yaqin. Dia mengaku sudah memerintahkan memasang papan informasi. ”Sudah pesan sebenarnya, cuma belum jadi,” katanya. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia