Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
ASN Harus Menjaga Citra Diri dan Institusi

Bupati Lantik Kepala Dispendukcapil dan Mutasi 38 Pejabat

18 Oktober 2019, 06: 33: 25 WIB | editor : Abdul Basri

HARUS AMANAH: Bupati Sumenep A. Busyro Karim melantik sejumlah pejabat di Pendapa Agung Keraton kemarin.

HARUS AMANAH: Bupati Sumenep A. Busyro Karim melantik sejumlah pejabat di Pendapa Agung Keraton kemarin. (HUMAS PEMKAB FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Bupati A. Busyro Karim melantik Sahwan Efendi sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep di Pendapa Agung Keraton kemarin (17/10). Bupati juga memutasi 38 pejabat di lingkungan pemkab.

A. Busyro Karim berpesan agar jabatan yang diberikan dapat dijaga dan diimbangi dengan kejujuran, keikhlasan, dan prestasi dalam bekerja. Para aparatur sipil negara (ASN) di Sumenep harus menjaga citra diri dan institusinya.

Dalam kurun waktu sebulan, terang dia, sudah ada dua ASN yang berurusan dengan pihak berwajib karena masalah narkoba dan kasus amoral. ”Hal ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Apa yang kita lakukan, jangan seenaknya sendiri, karena kehidupan kita diatur dengan hukum formal dan hukum agama,” pesannya.

Busyro juga meminta menjalin komunikasi dan interaksi antara pimpinan dan bawahan di semua organisasi perangkat daerah (OPD). Pemimpin, menurut dia, tidak perlu takut menerima kritik dan masukan.

”Dalam satu tim, koordinasi dan sinergi menjadi sangat penting dan tak bisa bekerja secara sendiri-sendiri. Kita hanya bisa sukses secara bersama,” kata bupati dua periode itu dalam sambutannya.

Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep juga diminta menghilangkan ego sektoral sehingga bisa mencapai kinerja yang lebih baik. Mantan ketua DPRD Sumenep itu memaparkan, di era perubahan yang serbacepat ini, hanya ada pertarungan antara cepat dan lambat, responsif dan nonresponsif.

ASN di posisi baru harus bekerja responsif terhadap perubahan yang berlangsung. Artinya, harus bekerja penuh terobosan, dedikasi, integritas, dan inovasi.

Busyro menambahkan, ASN merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, sebagai abdi negara, ASN harus mendedikasikan hidup dan kinerjanya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

”Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap ASN yang melakukan pola kepemimpinan eksklusif, penyuara kebencian, dan menggerogoti ideologi Pancasila,” tukasnya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia