Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Berita Kota

Perajin Pasarkan Batik secara Mandiri

17 Oktober 2019, 00: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PESANAN: Mohammad Wafiqurrahman menjemur karya batiknya yang dijemur Dusun Batu Baja, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, kemarin.

PESANAN: Mohammad Wafiqurrahman menjemur karya batiknya yang dijemur Dusun Batu Baja, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Perkembangan teknologi tidak melulu berdampak negatif. Bahkan bisa membawa keuntungan. Salah satunya untuk memasarkan barang hasil kerajinan. Seperti dilakukan Mohammad Wafiqurrohman, warga Dusun Batu Baja, Desa Klampar, Kecamatan Proppo.

Dia bersama keluarganya memproduksi batik tulis. Pemasarannya dilakukan dengan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.  ”Tetapi yang paling maju dan cepat laris di WhatsApp, karena di WhatsApp banyak teman dan juragan. Orang yang memesan bisa langsung menghubungi saya,” cerita Wafiq kemarin (16/10).

Batik-batik yang diproduksinya itu difoto. Lalu, dia unggah ke WhatsApp story. ”Ada yang langsung mengirimkan foto dan memesannya. Jadi, kami membuat sesuai pesanan,” terangnya.

Keluarganya membatik sudah sekitar sepuluh tahun. Sejak dipasarkan melalui media sosial, penghasilannya semakin meningkat. Namun, dia tidak bisa mengalkulasi karena hasil penjualannya langsung digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Motivasi menjual batik secara online karena mengikuti perkembangan zaman. Hampir semua produk yang dipasarkan secara online dan mengalami kesuksesan. Sekarang keluarganya hanya memproduksi saja, tidak ke pasar. Batik-batiknya dijemput oleh agen atau juragan. Pasarannya bisa menuju Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

”Satu minggu kami memproduksi sekitar 100 batik. Kadang tidak menentu karena menyesuaikan dengan pesanan,” jelasnya.

Dalam sepekan mereka membuat batik secara rutin sebanyak dua kali berdasarkan pesanan. Ada dua motif batik yang sangat laris. Yakni, motif batik pagi sore dan motif tiga warna. Motif pagi sore paling laku. ”Kalau panjangnya dua meter Rp 50 ribu. Kalau tiga meter Rp 70 ribu,” terang Wafiq. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia