Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Polisikan Kades Bira Tengah

Terkait Pemalsuan Dokumen Surat Tanah

16 Oktober 2019, 00: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SADAR HUKUM: Haryani Mulyawati, 49, warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, menunjukkan surat bukti laporan kemarin.

SADAR HUKUM: Haryani Mulyawati, 49, warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, menunjukkan surat bukti laporan kemarin. (RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kepala Desa (Kades) Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Martuli dipolisikan kemarin (15/10). Dia dilaporkan Haryani Mulyawati, 49, warganya sendiri. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam suatu akta otentik dokumen surat tanah miliknya ke Polres Sampang.

Hal itu dibuktikan dengan terbitnya surat tanda penerimaan laporan nomor STPL/229.a/X/2019/Polres. Pelaporan dilakukan karena terlapor diduga melanggar pasal 266 KUHP, pasal 264 KUHP atau pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan.

Haryani Mulyawati awalnya hanya mendengar informasi bahwa surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) objek tanah miliknya nomor persil 32 dengan luas 28,250 meter persegi di dekat Pantai Lon Malang berubah. Kemudian, dia melakukan pengecekan dengan mendatangi kantor BPPKAD Sampang. Pihak BPPKAD membenarkan bahwa objek tanah yang tercantum dalam SPPT sudah berubah menjadi tanah percaton.

”Iya benar, saya melaporkan pemalsuan dokumen surat tanah yang diubah secara sepihak oleh kepala desa tanpa sepengetahuan kami selaku pemilik sah,” katanya.

Tanah tersebut sudah menjadi hak milik Haryani Mulyawati yang sah atas tukar guling yang dilakukan dengan tanah kas desa pada 1964. Menurut dia, SPPT tanah persil 32 tersebut SPPT sudah atas nama P Mitoek Moh. Hadai sejak 1994 sampai 2015. P Mitoek Moh. Hadai merupakan orang tua Haryani Mulyawati.

”Jelas pidana dan melanggar undang-undang mengubah hak milik orang lain tanpa sepengetahuan, mirip perampokan sebenarnya dalam kasus ini,” ujarnya.

Haryani Mulyawati lapor polisi supaya tindakan yang diduga dilakukan kepala desa diproses secara hukum. Dengan  demikian, kejadian serupa tidak terulang lagi. ”Saya hanya ingin supaya hukum dan aturan yang sudah ditetapkan ini dijalankan dan ditegakkan serta dilaksanakan tanpa pandang bulu. Bukti-bukti perubahannya kami sudah lampirkan dan serahkan kepada penyidik Polres Sampang,” pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiantana melalui penyidiknya Bripka Chairur Rachman membenarkan laporan tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil saksi-saksi dari pelapor dan terlapor. ”Iya benar ada laporan, dan terlapornya adalah kepala Desa Bira Tengah. Ini terkait pemalsuan keterangan dan akta otentik dokumen tanah,” singkatnya. 

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia