Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Di Depan Kapolres, Aktivis HMI Minta Polres Bangkalan Profesional

Usut Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Warek UTM

15 Oktober 2019, 12: 43: 21 WIB | editor : Haryanto

SUARAKAN ASPIRASI: Aktivis HMI saat menyampaikan tuntutannya.

SUARAKAN ASPIRASI: Aktivis HMI saat menyampaikan tuntutannya. (Chitrani Nurindraty/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Masih ingat kasus dugaan ujaran kebencian Wakil Rektor (Warek) III UTM pada 16 September silam?. Untuk mengetahui penanganan perkaranya, HMI Bangkalan mendatangi mapolres setempat, Selasa (15/10).

Koordinator Lapangan HMI Thofiqur Syairozi berharap Polres Bangkalan bersikap profesional menangani kasus dugaan ujar kebencian tersebut. Apalagi, diwarnai aksi kekerasan terhadap kader HMI Bangkalan.

"Saat aksi berlangsung, ada yang mengaku sebagai mahasiswa UTM dan melakukan pelemparan serta pemukulan. Akibatnya, dua rekan kami yaitu Lukyan dan Rohma mengalami luka-luka," ujarnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama mengakui ada tiga tuntutan yang disampaikan HMI. "Misalnya menanyakan sejauh mana penanganan kasus dugaan ujaran kebencian dan komitmen jajarannya menuntaskan kasus tersebut," ucapnya.

Rama menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Salah satu kendala yang dijumpai adalah, para saksi susah dimintai keterangan mengenai apa yang mereka saksikan.

"Kami membutuhkan waktu untuk mencari alternatif-alternatif lain. Nanti kalau sudah terkumpul dua alat bukti, status perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan," tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim itu. (Chitrani Nurindraty)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia