Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ra Momon Dicecar 40 Pertanyaan

Terkait Dugaan Korupsi Kambing Etawa

15 Oktober 2019, 05: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Sejumlah wartawan berada di lobi Kejari Bangkalan kemarin sore.

SEPI: Sejumlah wartawan berada di lobi Kejari Bangkalan kemarin sore. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Moh. Makmun Ibnu Fuad tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) pukul 10.00 kemarin (14/10). Mantan bupati Bangkalan itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kambing etawa.

Hingga pukul 19.36 tadi malam, Ra Momon­, sapaan akrab Moh. Makmun Ibnu Fuad, masih berada di ruangan lantai dua Kejari Bangkalan. Penyidik sebenarnya memanggil lima orang kemarin. Namun, yang hadir hanya kepala Desa (Kades) Ba’engas, Kecamatan Labang.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana mengatakan, penyidik menyiapkan 40–50 pertanyaan. Yang bersangkutan kooperatif ketika dipanggil untuk dimintai keterangan. ”Beliau on time,” ujarnya.

Ra Momon­ dimintai keterangan karena saat itu dia menjadi bupati Bangkalan. ”Puluhan pertanyaan yang kami sajikan sesuai dengan jabatan pada waktu itu,” katanya.

Pria asal Pulau Dewata itu menjelaskan, jikalau tidak ada halangan, akhir bulan ini berkas tersangka Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Untuk melengkapi kekurangan berkas, kejari akan menyita beberapa dokumen yang diperlukan. Putu tidak bisa menyebutkan kekurangan berkas.

”Kami tidak bisa menyebutkan karena akan menjadi informasi terhadap orang-orang yang akan dijadikan saksi,” terangnya mewakili Kajari Bangkalan Badrut Tamam.

”Kalau uang dari beberapa Kades sudah kami titipkan di Bank Mandiri,” sambungnya.

Uang yang sudah diserahkan ke Bank Mandiri, nominalnya Rp 463 juta. Sementara uang titipan sebelumnya lebih kurang Rp 430 juta. Tidak menutup kemungkinan bertambah.

Saksi yang dimintai keterangan usai penetapan tersangka berjumlah 100 orang. Antara lain, PNS dan non-PNS. Bupati Latif Amin Imron juga sudah dilakukan pemanggilan. Hampir secara keseluruhan sudah dimintai keterangan.

”Dua tersangka sudah dimintai keterangan. Jumlah pertanyaan kepada dua tersangka juga berbeda. Jumlah pertanyaan lebih kurang 50–60,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana itu bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana yang digunakan bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.

Jumat, 2 Agustus 2019, kejari menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Yakni, Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin. Keduanya langsung ditahan di Rutan Kelas II-B Bangkalan. 

(mr/onk/rul/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia