Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 14,7 Miliar Bebaskan 33 Bidang Lahan

Bangun Stadion sekaligus Pacu Ekonomi

15 Oktober 2019, 03: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

GANTI RUGI: Pemkab memberikan ganti rugi atas pembebasan lahan yang akan dibangun stadion kemarin.

GANTI RUGI: Pemkab memberikan ganti rugi atas pembebasan lahan yang akan dibangun stadion kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan stadion di Kecamatan Camplong tidak bisa tuntas tahun ini. Pasalnya, anggaran yang disiapkan Pemkab Sampang tidak cukup. Tersisa 62 bidang lahan milik warga yang belum dibebaskan.

Kepala BPN Sampang Haris Suharto mengatakan, tahapan untuk pengadaan tanah pembangunan stadion membutuhkan waktu lama. Mulai pengajuan lokasi ke Pemprov Jawa Timur sampai penetapan nilai oleh appraisal. Nilai harga per bidang kemudian dimusyawarahkan dengan masyarakat yang tanahnya terdampak.

Pembebasan lahan disesuaikan dengan desain Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang. Setelah diukur, lahan yang dibutuhkan 95 bidang dengan luas 11 hektare 1.700 meter persegi. ”Kami menentukan harga lahan sesuai dengan perkiraan dari tim appraisal. Setelah itu, kami bermusyawarah untuk menentukan bentuk kerugian masyarakat,” jelas Haris.

Tahun ini lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion tidak bisa dibebaskan semua. Pemkab hanya bisa membebaskan 33 bidang. Dengan begitu, tersisa 62 bidang lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan.

Tahun ini Pemkab Sampang hanya menyediakan anggaran Rp 14,7 miliar. Dengan anggaran tersebut, lahan yang bisa dibebaskan sekitar 40 persen. Karena itu, BPN berharap tahun depan pemerintah daerah menyiapkan anggaran yang cukup. ”Kalau tidak segera dibebaskan, akan mengganggu pada proses pembangunan,” ujarnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan, pembangunan stadion tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi bidang olahraga. Pemuda Sampang dinilai banyak yang memiliki potensi dalam olahraga, namun terkendala fasilitas.

”Postur APBD kita masih kecil, jadi proses pembangunannya harus bertahap. Yang jelas kami komitmen, pembangunan stadion ini harus selesai dalam periode kepemimpinan kami,” tuturnya.

Lokasi stadion sengaja ditempatkan di daerah timur karena pemkab menilai perekonomian di daerah Camplong perlu dipacu. Keberadaan stadion diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Ketika pembangunan selesai, masyarakat bisa membuka usaha di sekitar stadion.

”Ini peluang yang cukup menjanjikan bagi masyarakat. Makanya, ketika sudah selesai, harus punya rasa memiliki. Jangan dibebankan kepada pemerintah semua,” tukasnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia