Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

Ratusan KPM PKH Graduasi Mandiri

2020 Labelisasi Rumah Penerima PKH

15 Oktober 2019, 01: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

AKTIF: Pendamping PKH melakukan kegiatan P2K2 di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, kemarin.

AKTIF: Pendamping PKH melakukan kegiatan P2K2 di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, kemarin. (RULI FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Terdapat 63 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) pada program keluarga harapan (PKH) di Sumenep. Selama Januari hingga Oktober terdapat 120 KPM melakukan graduasi mandiri atau mengajukan berhenti sebagai penerima bantuan tersebut.

Kasi Jaminan Sosial Keluarga Dinsos Sumenep Arman menyampaikan, ada dua jenis graduasi dalam PKH. Yakni, graduasi mandiri dan graduasi alami. Graduasi mandiri itu permintaan secara sukarela dari penerima untuk tidak menerima bantuan PKH.

Graduasi mandiri dilakukan apabila KPM tersebut merasa kesejahteraan ekonominya stabil. Mengingat, sasaran dari PKH hanya ditujukan kepada keluarga miskin.

Ada hak dan kewajiban bagi setiap penerima bantuan PKH. Sakah satunya mengikuti pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) tiap bulan. Pertemuan itu untuk memberdayakan anggota KPM sehingga penerima mampu mengembangkan kualitas hidupnya.

Sementara graduasi alami, yaitu berhenti menjadi penerima PKH karena komponen habis. Seperti, sudah bukan siswa SMP dan SMA lagi. ”Bagi siswa penerima PKH akan otomatis terhenti apabila yang bersangkutan berhenti sekolah,” jelasnya.

Pihaknya akan menerapkan labelisasi rumah bagi penerima bantuan PKH. Labelisasi direncanakan direalisasikan pada 2020 mendatang. Sosialisasi tentang labelisasi rumah kepada penerima bantuan PKH sudah dilakukan melalui pertemuan rutin saat pendampingan. (c3)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia