Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Ratusan Ribu Warga Maluku Mengungsi Usai Gempa, ACT Kirim Bantuan

14 Oktober 2019, 19: 04: 23 WIB | editor : Haryanto

BANTUAN KEMANUSIAAN: Truk ACT melaju menuju titik terdampak gempa di Maluku.

BANTUAN KEMANUSIAAN: Truk ACT melaju menuju titik terdampak gempa di Maluku. (ACT for RadarMadura.id)

Share this      

MALUKU - Lebih dua pekan usai gempa berkekuatan 6,8 mengguncang Maluku, kebutuhan logistik para pengungsi terbilang cukup tinggi. Pengungsi enggan kembali ke rumah karena khawatir gempa susulan.

Untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih bertahan di pengungsian, ACT terus menyalurkan bantuan. Terbaru, enam truk bantuan logistik diberangkatkan ke titik terparah pada Senin (14/1).

Kawasan terparah terdampak gempa terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah (Desa Liang, Kecamatan Salahutu dan Kecamatan Pulau Haruku).

PEDULI: Petinggi ACT saat diwawancarai jurnalis.

PEDULI: Petinggi ACT saat diwawancarai jurnalis. (ACT for RadarMadura.id)

Sementara bantuan logistik yang diberikan kepada pengungsi berupa beras, minyak goreng, air mineral, susu, roti, selimut, popok bayi, dan lainnya.

Wahyu Novyan, Direktur Program ACT mengatakan, kebutuhan pengungsi di masa tanggap darurat cukup tinggi. Khusus Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat, status tanggap darurat diperpanjang hingga Kamis (10/10).

"Kami masih melanjutkan pemberian logistik untuk pengungsi di Maluku. Pengiriman enam truk bantuan tersebut bagian dari komitmen ACT menyalurkan 100 ton bantuan pangan dan logistik," ujarnya.

Dijelaskan, enam truk bantuan tersebut diarahkan ke posko-posko kemanusiaan dan dapur umum ACT yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah.

Bantuan didistribusikan kepada pengungsi di sejumlah titik. Salah satunya Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Di desa tersebut, sekitar 17.000 pengungsi mendirikan tenda di perbukitan.

"Khusus bantuan bahan pangan, selain diberikan ke pengungsi, juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum ACT. Setiap hari, menyediakan makanan siap saji," imbuh Wahyu Novyan.

Hingga kini, ada enam posko kemanusiaan ACT di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah. Termasuk, lima dapur umum yang juga tersebar di dua kabupaten tersebut.

Selain menopang kebutuhan pangan pengungsi, ACT juga membuka layanan kesehatan gratis yang beroperasi setiap hari. Layanan kesehatan gratis tersebut menjangkau pengungsi di sejumlah wilayah terdampak.

"Kami juga berikhtiar memenuhi kebutuhan sandang para pengungsi. Insya Allah, kami akan menyediakan Integrated Community Shelter (ICS). Sebab, pengungsi masih menempati tenda terpal yang rentan," pungkasnya.

Data yang dirilis BMKG hingga Sabtu lalu (12/10), tercatat 1.424 gempa susulan mengguncang Provinsi Maluku dan sebanyak 168 gempa dirasakan. Akibatnya, 43 orang meninggal, 1.578 orang luka-luka dan 170.900 orang mengungsi. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia