Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Kecam Aksi Penusukan Menkopolhukam, Bupati Sampang Tolak Radikalisme

14 Oktober 2019, 08: 42: 48 WIB | editor : Haryanto

PAPARAN: Bupati Sampang saat diwawancarai jurnalis.

PAPARAN: Bupati Sampang saat diwawancarai jurnalis. (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Aksi penyerangan dan penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Banten pada Kamis lalu (10/10) dikecam berbagai pihak. Salah satunya, Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Menurut Slamet Junaidi, aksi penyerangan kepada pejabat negara tersebut harus diusut tuntas. "Saya mengecam aksi penusukan kepada Jendral (Purn) Wiranto," tegas bupati saat ditanya tanggapannya.

Dijelaskan, kasus tersebut merupakan bentuk teror. Karena itu, mantan anggota DPR RI tersebut mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus yang mengegerkan publik tersebut.

"Polri harus mengusut tuntas dan memproses hukum pelaku penusukan sesuai hukum yang berlaku. Kami menolak teror dan radikalisme dalam bentuk apapun," tegas Slamet Junaidi.

Perlu diketahui, saat melakukan lawatan di Banten, Menkopolhukam Wiranto diserang dan ditusuk pria yang belakangan diidentifikasi bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara.

Selain mengamankan Abu Rara, polisi juga menangkap istrinya yaitu  Fitria Adriana. Keduanya ngontrak di Kampung Sawah, Desa/Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Dimas Liani)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia