Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Kejari Pastikan Ada Tersangka Baru

Janji Segera Limpahkan Berkas Kasus Penarikan Fee Proyek

14 Oktober 2019, 04: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Edi Sutomo  Kasipidsus Kejari Sampang.

Edi Sutomo Kasipidsus Kejari Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Berkas kasus dugaan penarikan fee proyek SDN Banyuanyar masih di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Belum ada pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Korps Adhyaksa menegaskan akan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

”Sementara ini, tiga tersangka sudah positif terlibat dalam kasus penarikan fee proyek DAK 2018. Tersangka lainnya tentu masih ada. Hanya saja masih kita dalami, slow lah,” ungkap Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (13/10).

Edi menegaskan bahwa dalam kasus tersebut pasti ada kejutan lanjutan. Sebab, sejak awal pihaknya berkomitmen untuk mengungkap seluruh yang terlibat.

”Kemungkinan mantan kepala disdik terlibat, jelas ada. Tunggu saja hasilnya nanti,” sambungnya.

Pihaknya juga sedang mendalami seluruh keterangan dari tiga tersangka atas keterlibatan mantan kepala Disdik Sampang M. Jupri Riyadi dalam kasus penarikan fee proyek tersebut. Pihaknya juga akan mengungkap aliran dana dari hasil penarikan fee proyek sebesar 12,5 persen itu.

Saat ini pihaknya memang sedang fokus untuk melengkapi beberapa keterangan dan dokumen untuk tiga berkas tersebut. Tiga tersangka telah melakukan tindakan penarikan fee proyek dana alokasi khusus (DAK) 2018 secara terstruktur.

”Tiga berkas milik tiga tersangka akan segera kami limpahkan ke pengadilan. Wajib segera limpahkan dalam minggu ini,” janjinya kemarin.

Sementara itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, siapa pun pejabat yang tersangkut proses hukum harus bisa menjalani dan bertanggung jawab. Pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum.

”Jalani proses hukumnya, karena seluruh proses hukum yang dilakukan telah dilakukan pengujian dan pembuktian,” katanya.

Sekadar mengingatkan, Kasi Sarpras Pembinaan SD Disdik Sampang Ach. Rojiun dan stafnya, Moh. Edi Wahyudi, ditangkap tim kejari di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, pukul 09.00 Rabu (24/7). Penangkapan itu dilakukan karena keduanya diduga meminta fee proyek pembangunan RKB SDN Banyuanyar 2.

Sekolah tersebut memperoleh anggaran dari APBN Rp 1,4 miliar untuk pembangunan RKB. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap tak lama setelah keluar dari SDN Banyuanyar 2 menggunakan mobil CRV hitam AG 1939 YG. Setelah dilakukan penggeledahan, tim kejari menemukan uang tunai Rp 75 juta.

Barang bukti lain berupa buku yang di dalamnya diduga berisi catatan daftar sekolah yang dimintai fee. Tiga buku tabungan BCA dan BNI atas nama Ach. Rojiun dan buku tabungan BRI atas nama orang lain juga disita. Buku rekening yang berhasil diamankan berisi saldo ratusan juta. Uang tersebut diduga hasil penarikan fee proyek dari beberapa sekolah di Sampang.

Setelah menjalani pemeriksaan, Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Tim kejari juga menyita lima stempel rekanan di ruangan Rojiun.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia