Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Syaiful Bahri, Dilantik Jadi Kepala Desa di Usia 28 Tahun

Saya Dikenal dengan Kades yang Selalu 86

14 Oktober 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

JANJI AKAN MENGABDI: Kepala Desa Tlontoraja usai dilantik Sabtu (12/10).

JANJI AKAN MENGABDI: Kepala Desa Tlontoraja usai dilantik Sabtu (12/10). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Pemuda punya peran penting dalam pembangunan desa. Potensi ini disadari Syaiful Bahri. Dia bisa terpilih menjadi Kepala Desa Tlontoraja salah satunya juga berkat perjuangan kalangan pemuda.

SABTU (12/10) menjadi hari yang bersejarah bagi 91 kepala desa (Kades) di Pamekasan. Di Pendapa Ronggosukowati, mereka disumpah dan resmi dilantik sebagai kepala desa masa jabatan 2019–2024.

Di antara puluhan Kades hasil pilkades serentak 2019 itu ada sosok Syaiful Bahri. Kades Desa Tlontoraja ini diketahui merupakan yang termuda. Usai pelantikan, dia sempat ngobrol dengan RadarMadura.id. Saat itu dia didampingi sang istri, Nurus Siyamah.

”Alhamdulillah, saya sudah dilantik dan saya sebagai Kades termuda di Pamekasan,” kata pria 28 tahun tersebut.

Syaiful Bahri menceritakan, dirinya bertekad maju pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak beberapa waktu lalu karena ingin membawa perubahan di desanya. Tentu berubah ke arah yang lebih maju dan sejahtera. Terutama, dalam memberdayakan dan menggali potensi pemuda.

”Kalau pemuda sepertinya lebih efektif dan semangat. Saya ingin memberikan bukti kepada masyarakat bahwa yang muda itu bisa,” janji mantan Aktivis HMI Malang itu.

Menurut dia, keterlibatan pemuda banyak memberikan perubahan dan kesuksesan dalam semua lini. Bukti kecilnya, tim sukses saat dia mencalonkan Kades, rata-rata banyak dari kalangan pemuda yang berperan. Tentu tanpa mengesampingkan peran generasi tua juga sangat signifikan.

”Saya libatkan pemuda, Alhamdulillah saya bisa terpilih sebagai Kades Tlontoraja. Saya yang masih tergolong muda akan memberikan bukti kepada masyarakat dengan program terbaik dan inovasi-inovasi desa,” janjinya.

Saat pilkades lalu, Syaiful Bahri mengaku meraup hingga 3.567 suara dari 8.927 warga yang hadir. ”Saya memang 86 suara, sehingga saya dikenal dengan Kades yang selalu 86,” ujarnya lalu tertawa.

Dia akan melibatkan pemuda dalam membangun dan memajukan desanya. Sebab, sejak awal Syaiful memiliki komitmen untuk memberdayakan dan menggali potensi pemuda untuk masuk di salah satu program prioritasnya.

Program-program lain juga akan digarap. Seperti dalam sektor pertanian, peternakan, program khusus nelayan, infrastruktur, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) akan difungsikan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

”Pada dasarnya, membangun desa sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pembangunan tercapai dalam segala bidang ataupun sektor,” kata pria kelahiran 5 Januari 1991 itu.

Dengan melibatkan peran pemuda, dia sangat optimistis desanya di masa yang akan datang akan bergeser menjadi desa maju dan diperhitungkan. Pemuda memang harus menjadi pilar dan penggerak dalam pembangunan desa.

”Saya teringat perkataan Bung Karno, ’Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’,” tutur alumnus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu.

Dia menyadari, dalam upaya mendukung implementasi undang-undang desa, perlu melibatkan semua kelompok masyarakat desa. Salah satunya adalah pemuda.

Menurutnya, pemuda itu memiliki pemikiran, tenaga besar, semangat, dan kreativitas untuk bergerak dalam pembangunan di desa. Jika pemuda dapat diberdayakan secara maksimal, pasti akan memberi dampak yang signifikan.

”Jangan malu menjadi dan mengaku orang desa, karena tanpa desa, pembangunan akan timpang. Kami akan mengajak anak-anak desa kembali ke desanya untuk bersama-sama membangun desa yang maju,” terang anak dari pasangan Karmila dan H. Habibi itu.

(mr/sin/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia