Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang
Wakili Jawa Timur di Tingkat Nasional

Bupati Sampang Terima Penghargaan Asmantoga

14 Oktober 2019, 04: 55: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BERPRESTASI: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (12/10).

BERPRESTASI: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (12/10). (HUMAS PEMKAB LUKMAN FOR RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menerima penghargaan Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Asmantoga) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini diberikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (12/10).

Penghargaan tersebut diterima atas prestasi Kelompok Asuhan Mandiri Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang sebagai juara 1 kategori wilayah perkotaan. Kelompok Asuhan Mandiri Kelurahan Banyuanyar dinobatkan sebagai juara 1 kelompok asuhan mandiri pelayanan kesehatan tradisional melalui pemanfaatan tanaman obat dan akupresur Provinsi Jawa Timur 2019.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, penghargaan Asmantoga tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Kabupaten Sampang. Berkat penghargaan tersebut Sampang bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

BANGGA: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menunjukkan Piagam penghargaan juara 1 yang telah diraih Kabupaten Sampang.

BANGGA: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menunjukkan Piagam penghargaan juara 1 yang telah diraih Kabupaten Sampang. (HUMAS PEMKAB LUKMAN FOR RadarMadura.id)

”Alhamdulillah, ini merupakan bukti nyata atas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sampang di bidang kesehatan,” katanya kemarin (13/10).

Pihaknya akan terus melakukan pembenahan atas seluruh sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang. Penerapan pelayanan kesehatan tradisional tidak hanya di wilayah perkotaan, melainkan juga di wilayah pedesaan.

Dijelaskan, pelayanan kesehatan tradisional ini merupakan rencana strategis Kementerian Kesehatan dari 2015 sampai 2019 untuk pelayanan dasar di puskesmas. Puskesmas melaksanakan layanan kesehatan tradisional jika telah membentuk dan melakukan pembinaan terhadap kelompok asuhan mandiri.

Berdasarkan Permenkes Nomor 9/2016, pihaknya berharap pembinaan terhadap kelompok asuhan mandiri untuk memaksimalkan program pelayanan kesehatan tradisional kepada masyarakat harus dioptimalkan secara berjenjang dan berkesinambungan.

”Tentunya, kami akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk lomba di tingkat nasional. Sehingga, kami tidak mengecewakan sebagai perwakilan dari Jawa Timur,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen lintas sektor supaya dapat mendukung dan membantu program tersebut ke depan. Penghargaan yang telah diterima dapat diwujudkan secara nyata sepanjang masa.

”Masyarakat sehat dengan pemanfaatan tanaman obat dan akupresur. Jika masyarakatnya sehat, cita-cita Sampang Hebat Bermartabat dapat diraih dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia