Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Revitalisasi Pasar Tradisional Butuh Rp 326 Miliar

14 Oktober 2019, 03: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KUMUH: Pengendara saat keluar dari Pasar Baru Langkap, Kecamatan Burneh, kemarin.

KUMUH: Pengendara saat keluar dari Pasar Baru Langkap, Kecamatan Burneh, kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sebelas pasar tradisional di Kota Salak harus direvitalisasi. Total anggaran yang dibutuhkan Rp 326 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak bisa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni.

Karena itu, pemkab mengusulkan program revitalisasi pasar tradisional tersebut kepada pemerintah pusat sebanyak enam pasar. Sementara lima pasar sisanya diajukan ke Pemprov Jatim.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan Trianto Yani mengutarakan, rencana revitalisasi pasar rakyat tersebut menjadi agenda program pembangunan pemkab tahun depan. Sebab, pasar rakyat sudah layak diperbaiki dan dikembangkan.

”Kami usulkan melalui pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur. Siapa tahu ada yang nyantol,” ujarnya kemarin (13/10).

Menurut Trianto, hampir tiap tahun Pemkab Bangkalan melakukan revitalisasi pasar rakyat. Sebab, pasar rakyat merupakan ujung tombak perekonomian masyarakat. Fasilitasnya perlu diperbaiki.

”Ini salah satu komitmen Pak Bupati untuk tetap melestarikan keberadaan pasar rakyat atau yang disebut pasar tradisional,” katanya.

Mantan Kabag Hukum Setkab Bangkalan itu menyatakan, gempuran pasar modern atau toko modern kini mulai meluas. Karena itu, agar pasar rakyat tetap eksis, diperlukan pembenahan fasilitas. ”Supaya tidak ditinggalkan, pasar rakyat harus dijaga dan diperhatikan,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Roosli Soeliharjono membenarkan bahwa usulan revitalisasi pasar itu disampaikan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sebab, jika dibebankan ke pemerintah daerah melalui APBD murni tentu tidak cukup karena keterbatasan anggaran.

”Perlu direvitalisasi. Karena pasar rakyat mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas PUPR Bangkalan itu optimistis pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur memperhatikan usulan revitalisasi pasar tersebut. Sebab, keberadaan pasar rakyat memang sangat dibutuhkan. Terlebih, maraknya toko-toko modern.

”Supaya tidak kalah saing, fasilitas pasar rakyat harus dibenahi. Karena kami menginginkan pasar rakyat itu seperti rasa pasar modern,” jelasnya.

Apalagi selama ini image pasar rakyat yang selalu muncul yakni kotor, becek, bau, dan lainnya. Hal itu tidak boleh lagi terjadi. ”Pasar rakyat harus nyaman dan bersih, supaya orang yang mau belanja betah,” pungkasnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia