Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Aktivitas Jual Beli Ikan di Pelabuhan Pasongsongan

Harga Turun Drastis jika Telat Jual

13 Oktober 2019, 18: 42: 22 WIB | editor : Abdul Basri

PEJUANG LAUTAN: Sejumlah nelayan berada di tambat labuh Pelabuhan Desa/Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, kemarin.

PEJUANG LAUTAN: Sejumlah nelayan berada di tambat labuh Pelabuhan Desa/Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

Aktivitas di Pelabuhan Pasongsongan selalu ramai, terutama pada saat cuaca baik. Hampir setiap hari ada transaksi jual beli ikan antara nelayan dan pedagang. Maklum, daerah tersebut menjadi salah satu penghasil ikan di kabupaten ujung timur Madura.

KAPAL nelayan berukuran 20 GT mendekat. Kapal yang membawa ratusan basket ikan itu langsung diserbu pedagang yang sudah menunggu di Pelabuhan Pasongsongan. Laki-laki dan perempuan berbaur. Mereka berebut untuk mengambil ikan. Bahkan, seperti orang sedang bertengkar.

Ikan cakalan atau tongkol yang biasa diburu pedagang. Dari nelayan, ikan dijual per basket. Untuk tongkol kecil harganya Rp 110 ribu jika dijual pada pedagang lokal. Sementara untuk pengepul lebih murah, yakni Rp 80 ribu per basket. Pengepul biasanya menjualnya ke luar daerah, salah satunya ke Surabaya.

Sementara untuk harga ikan tongkol besar dari Rp 320 ribu sampai Rp 350 ribu per basket. Tergantung kualitas ikan. Jika kualitasnya tidak bagus, harganya bisa anjlok. Yakni, Rp 50 ribu sampai Rp 40 ribu per basket. Satu basket memiliki bobot berat antara 13 kilogram hingga 14 kilogram. ”Meskipun siang, kalau masih bagus, harganya tetap,” kata Abd. Mannan.

Kualitas ikan bisa menurun jika terlambat masuk pelabuhan. Hal itu biasanya dikarenakan kapal sulit masuk ke kolam labuh pada siang hari. Sebab, pintu masuk dangkal. Jika dipaksakan, kapal bisa kandas.

Jika sudah demikian, mau tidak mau nelayan harus menunggu hingga air pasang. Otomatis kualitas ikan semakin jelek dan harganya turun. Pria 38 tahun asal Desa/Kecamatan Pasongsongan itu menyatakan, dari pedagang, ikan tersebut dijual lagi ke pasar-pasar tradisional. Di antaranya ke Pasean dan Rubaru.

Di kolam labuh Pasongsongan terdapat ratusan kapal atau perahu. Yakni, 80 kapal berukuran besar dan 30 kapal berukuran kecil. Kapal atau perahu tersebut merupakan milik nelayan Desa Pasongsongan dan Panaongan. Mereka biasanya mencari ikan di perairan utara Pasongsongan. Terkadang sampai perairan Bintaro, Kecamatan Gapura. ”Sekarang ikan tidak begitu banyak,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Haniyah, 41, warga setempat yang juga salah satu pedagang mengatakan, ikan yang dibelinya akan dijual ke Pasar Rubaru. Dia mengaku setiap pagi rutin datang ke Pelabuhan Pasongsongan untuk membeli ikan dari nelayan. Biasanya membeli empat hingga enam basket.

Kualitas sangat berpengaruh. Jika kualitas ikan bagus akan cepat laku. Untuk mendapatkan ikan yang bagus dia harus datang pagi-pagi ke pelabuhan. ”Jarang yang tidak laku. Pasti laku. Karena banyak permintaan dari pembeli. Kadang dari pasar, ikan dijual lagi dan dijajakan ke desa-desa,” tuturnya.

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia