Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Sisi Lain Upaya Pemerintah Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

11 Oktober 2019, 03: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH BUKU: Pengunjung mencari buku referensi untuk mengerjakan tugas di gedung perpustakaan Pamekasan lantai satu Rabu (9/10).

BUTUH BUKU: Pengunjung mencari buku referensi untuk mengerjakan tugas di gedung perpustakaan Pamekasan lantai satu Rabu (9/10). (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan terus menambah stok buku kendati anggaran pengadaan anjlok. Pengelola juga membuka sedekah buku. Namun, ada 2.191 buku yang tak kembali sepanjang tahun ini.

BUKU adalah semesta pengetahuan dalam bentuk kata. Untuk berpengetahuan, seseorang memang tidak boleh jauh-jauh dari buku. Kondisi itu begitu tampak saat RadarMadura.id singgah ke ruang baca gedung perpustakaan Pamekasan Rabu (9/10).

Ruang baca di lantai satu kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan itu dipenuhi anak muda. Pengunjung duduk di kursi sambil membaca buku dengan khusyuk. Buku itu mereka pegang dengan kedua tangannya.

Beberapa pengunjung lain sibuk mencari judul buku di rak-rak. Sebagian yang lain memproses peminjaman buku kepada petugas. Banyak di antara mereka adalah siswa dan mahasiswa. Sebagiannya adalah guru dan dosen.

Puluhan rak dan puluhan ribu buku itu memang dipajang di ruang perpustakaan lantai satu. Bila ramai pengunjung, ruangan tersebut menjadi sempit. Beberapa pemustaka harus rela lesehan karena tak kebagian meja dan tempat duduk.

Data DPK Pamekasan, anggota perpustakaan mencapai 16.653 orang. Organisasi perangkat daerah (OPD) ini terus berupaya menambah koleksi. Baik dengan anggaran yang ada atau dengan jalan lain berupa sedekah buku.

Tahun ini 800 judul buku baru dibeli DPK. Buku tersebut bertambah lebih dari 300 judul melalui sedekah buku. Semua buku itu saat ini memenuhi rak-rak perpustakaan.

Penambahan stok buku itu bertujuan menunjang kebutuhan masyarakat agar lebih cerdas dan berliterasi. Namun, dari upaya penambahan buku itu ada catatan menyedihkan. Sepanjang 2019, ada 2.191 buku yang belum kembali dari tangan peminjam.

Pengunjung perpustakaan Muhamad Jauhari mengatakan, kemungkinan buku tidak kembali cukup beragam. Salah satunya karena sengaja.

Pihak perpus harus memperketat pengawasan. Baik dengan memaksimalkan CCTV maupun memantau secara manual. ”Pengawasan keluar masuk perpustakaan harus lebih diperketat,” tegasnya.

Pustakawan DPK Pamekasan Kusairi menceritakan modus tidak kembalinya ribuan buku tersebut ke ruang baca perpustakaan. Pertama, pemustaka sengaja membawa buku tanpa proses pinjam sehingga buku-buku raib.

Kedua, lupa. Ada yang membawa buku, tapi lupa mengembalikan. Tugas utama perpustakaan adalah menyediakan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat. ”Kalau buku di perpustakaan diambil atau dipinjam tanpa dikembalikan, sama saja mengambil hak orang lain yang juga butuh terhadap buku,” terang Kusairi.

Pihak perspustakaan saat ini membutuhkan radio frequency identification (RFID). Alat itu bisa mendeteksi keluar masuk buku yang dibawa tanpa prosedur. Alat itu dapat mengantisipasi buku yang diambil secara sengaja di perpustakaan.

Ribuan buku yang tidak kembali pada 2019 tersebut belum termasuk jumlah keseluruhan yang hilang. ”Kalau ditambah jumlah keseluruhan justru lebih banyak lagi,” terangnya.

Kusairi hanya berharap peminjam mengembalikan bukunya. Sebab, di samping anggaran untuk pengadaan buku kecil, tidak mengembalikan barang yang harus dikembalikan adalah perkara tercela. ”Semoga oknum pinjam yang belum mengembalikan itu dibukakan hatinya untuk segera mengembalikan buku yang dipinjamnya,” harapnya.

Ribuan Buku Tak Kembali, Buka Sedekah untuk Tambah Stok

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia