Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang
Bursa Inovasi Desa 2019 Sukses

Bupati Sampang: Ubah Mental Konsumtif Jadi Produktif

11 Oktober 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

RESMI: Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi Ketua DPRD Fadol (kopiah hitam), KPW P3MD Jatim Miftahul Munir, dan Kasat Intel Kejari Sampang Ivan Kusuma Yuda memukul gong pertanda Bursa Inovasi Desa dibuka kemarin.

RESMI: Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi Ketua DPRD Fadol (kopiah hitam), KPW P3MD Jatim Miftahul Munir, dan Kasat Intel Kejari Sampang Ivan Kusuma Yuda memukul gong pertanda Bursa Inovasi Desa dibuka kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang sukses melaksanakan Bursa Inovasi Desa 2019. Untuk kali kedua, program tersebut dipusatkan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) kemarin (10/10).

Kegiatan itu diikuti 180 desa dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang. Bursa Inovasi Desa 2019 dibuka Bupati Slamet Junaidi ditandai dengan pemukulan gong. Kemudian, bupati bersama anggota forkopimda dan Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jawa Timur Miftahul Munir meninjau lokasi acara.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa 2019 dibagi menjadi dua sesi. Klaster pertama dimulai pukul 08.00 sampai masuk waktu Duhur, diikuti delapan kecamatan. Yaitu, Sampang, Jrengik, Pangarengan, Torjun, Sreseh, Karang Penang, Kedungdung, dan dan Robatal.

SUKSES: Panitia Bursa Inovasi Desa 2019 berfoto bersama Bupati Sampang Slamet Junaidi usai acara seremonial kemarin.

SUKSES: Panitia Bursa Inovasi Desa 2019 berfoto bersama Bupati Sampang Slamet Junaidi usai acara seremonial kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Sementara klaster kedua dimulai setelah salat Duhur hingga pukul 17.00, diikuti enam kecamatan. Yaitu, Ketapang, Omben, Camplong, Sokobanah, Banyuates, dan Tambelangan.

Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah menuturkan, Bursa Inovasi Desa merupakan media belajar untuk memperoleh informasi guna meningkatkan kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. ”Alhamdulillah, Sampang sudah dua kali melaksanakan Bursa Inovasi Desa ini,” kata ketua tim inovasi kabupaten itu.

Dia yakin ke depan tidak ada lagi desa yang masuk kategori tertinggal di Sampang. Hal itu akan diwujudkan selaras dengan tema Bursa Inovasi Desa 2019 yakni Inovasi Desa sebagai Fondasi Membangun Sampang Hebat Bermartabat. ”Kami optimistis 2020 Sampang bebas dari desa tertinggal,” terang Malik.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengapresiasi kegiatan tersebut. Bursa Inovasi Desa diharapkan mampu mewujudkan cita-citanya menciptakan desa mandiri. Pihaknya meminta pemerintah desa memiliki target dan perencanaan serta progres yang jelas atas inovasi yang akan dilakukan di desa masing-masing.

Pemerintah kabupaten (pemkab) bakal mendukung penuh desa yang memiliki target jelas. ”Sudah bukan saatnya membicarakan potensi. Melainkan sudah waktunya melakukan eksekusi yang nyata dan bermanfaat serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya menegaskan bahwa yang akan diubah kali pertama untuk memajukan desa adalah mengubah mental. Dari mental komsumtif menjadi mental produktif. ”Kalau mentalnya sudah produktif, maka desa desa di Sampang ini akan terus menciptakan inovasi baru dalam rangka meningkatkan PADes. Tentunya, menjadi desa yang mandiri,” pungkasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia