Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

14 Bacakades Bakal Dicoret Nilai Tes Tulis dan Wawancara Jadi Penentu

11 Oktober 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

STERIL: Penguji menyerahkan kertas soal dan lembar jawaban kepada puluhan bacakades dalam tes tulis di Aula Pemkab Sampang kemarin.

STERIL: Penguji menyerahkan kertas soal dan lembar jawaban kepada puluhan bacakades dalam tes tulis di Aula Pemkab Sampang kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Sebanyak 14 bakal calon kepala desa (bacakades) di Sampang bakal dicoret. Pasalnya, bacakades di lima desa melebihi kuota yang tersedia. Sesuai regulasi, dalam satu desa maksimal diikuti oleh lima bacakades.

Di Sampang, ada lima desa yang calonnya lebih dari lima orang. Yakni, Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong, 6 orang dan Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, 7 orang. Kemudian, Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, 9 orang; Desa/Kecamatan Tambelangan 9 orang; dan Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, 8 orang.

Total bacakades dari lima desa yang tersebar di empat kecamatan itu terdapat 39 orang. Sementara yang dibutuhkan hanyalah 25 calon. Otomatis, 14 bacakades akan gugur di tahapan seleksi.

Ada tes tambahan yang harus diikuti oleh 39 bacakades itu. Yakni, tes tulis dan wawancara. Tes tersebut dilakukan di aula lantai dua Pemkab Sampang kemarin (10/10).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, pihaknya menunjuk tim seleksi yang independen. Tujuannya, agar seleksi tes tulis dan wawancara benar-benar menghasilkan nilai yang objektif. Hasil tes juga akan langsung diumumkan oleh penguji.

”Pengujinya dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. Ada juga dari lembaga psikologi untuk melakukan tes psikologi,” kata Malik.

Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiawan menambahkan bahwa tim penguji betul-betul independen. Pemkab tidak melakukan intervensi apa pun kepada mereka. Termasuk seluruh tahapan seleksi diserahkan kepada tim penguji.

”Secara formal sudah saya sampaikan tadi. Sudah saya pasrahkan. Jadi sepenuhnya sudah menjadi kewenangan tim independen untuk menyeleksi para bacakades yang lebih dari lima itu,” paparnya.

Yuliadi juga meminta agar para bacakades, baik yang lolos seleksi ataupun tidak, menerima keputusan tim penguji. Selain tes tulis dan wawancara, ada hal lain yang juga dinilai.

Di antaranya, ijazah bacakades. Semakin tinggi jenjang ijazahnya, maka poinnya semakin tinggi. Selain itu, pengalaman kerja di instansi pemerintahan juga menjadi tambahan poin.

”Kalau tidak pernah ada pengalaman, poinnya nol. Nilai ini kemudian diakumulasikan dengan hasil tes tulis dan wawancara yang kemudian dilakukan pe-rangking-an,” tambahnya.

”Apa pun nanti yang diputuskan oleh tim independen, saya kira itu sudah yang menjadi dasar rujukannya. Tentu semua sudah sesuai standarnya,” terangnya.

Ketua Komisi I DPRD Sampang Nasafi berharap agar pelaksanaan tes tulis dan wawancara berjalan lancar tanpa gejolak apa pun. Termasuk, dia juga meminta yang lolos atau gugur menerima hasil seleksi yang sudah ditangani oleh tim independen.

”Bagi yang lolos, mudah-mudahan bisa mengikuti tahapan berikutnya. Bagi yang tidak lolos supaya bisa menerima apa adanya,” tukas politikus PAN itu. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia