Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Nelayan Tak Tahu Kartu Kusuka

Berfugsi sebagai ATM, Syarat Dapat Bantuan

11 Oktober 2019, 03: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH KEPASTIAN: Andi, nelayan asal Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan, berada di perahu kemarin.

BUTUH KEPASTIAN: Andi, nelayan asal Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan, berada di perahu kemarin. (ZAINURI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Program itu bertujuan memajukan kehidupan masyarakat yang bekerja sebagai nelayan atau yang memiliki usaha di bidang kelautan dan perikanan.

Di Bangkalan, program KKP tersebut hingga kini belum terealisasi secara keseluruhan. Dari 7.955 nelayan di Bangkalan, hanya sekitar 1.616 nelayan yang datanya berhasil diinput ke KKP oleh dinas perikanan (diskan). Sementara sisanya, 6.339 nelayan, belum diinput.

Kasi Pengendalian dan Perlindungan nelayan Diskan Bangkalan Moh. Makki meyampaikan, program Kusuka menemui beberapa kendala. ”Salah satunya dari 1.616 data nelayan yang sudah terinput, Kusuka yang bisa dicetak hanya 749,” katanya kemarin (10/10).

Makki menyatakan, meski 749 Kusuka sudah bisa dicetak, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan kapan kartu tersebut bisa diambil oleh nelayan. ”Mungkin awal November terealisasi dan dapat digunakan oleh nelayan,” ucapnya.

Saat ini pihaknya masih fokus mendata nelayan yang belum memiliki kartu tersebut. Sebab, tahun lalu banyak nelayan yang sudah memiliki kartu nelayan. ”Kami harus turun lapangan, mendata ke rumah-rumah nelayan. Kusuka ini sebagai ganti kartu nelayan. Jadi, butuh waktu,” ujarnya.

Makki mengungkapkan, hingga kini belum satu pun nelayan di Bangkalan yang mendapatkan Kusuka. ”Masih proses. Ini programnya KKP. Jadi, realisasinya menunggu pemerintah pusat. Tugas kami mendata dan menyalurkan,” tukasnya.

Plt Kepala Diskan Bangkalan Subiyanto menjelaskan, Kusuka dapat dijadikan ATM dan identitas profesi serta perlindungan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. ”Nanti nelayan langsung dibuatkan rekening bank. Kalau tidak salah BNI,” jelasnya.

Subiyanto menambahkan, kegunaan lain Kusuka yaitu mempermudah pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan, serta evaluasi terhadap usaha nelayan dan budi daya ikan. ”Juga sebagai syarat utama nelayan agar mendapat bantuan. Kalau tidak punya kartu itu, tidak bisa menerima bantuan apa pun,” urainya.

Sementara itu, Andi, 29, nelayan asal Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, mengaku tidak tahu mengenai Kusuka. ”Jangankan kegunaannya, bentuk kartunya seperti apa saya tidak tahu,” tandasnya. (c1)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia