Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Empat Kecamatan Butuh Tambahan Puskesmas

11 Oktober 2019, 02: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG:  Warga bekerja di depan Puskesmas Larangan Badung, Rabu (9/10).

LENGANG:  Warga bekerja di depan Puskesmas Larangan Badung, Rabu (9/10). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Ketersediaan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Pamekasan belum ideal. Fasilitas yang ada belum memenuhi jumlah rasio masyarakat.

”Rasionya, 30 ribu penduduk itu satu puskesmas. Jadi sebenarnya masih butuh penambahan puskesmas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan Farid Anwar kemarin (10/10).

Setidaknya di setiap kecamatan tersedia minimal dua puskesmas. Namun, sampai saat ini masih ada beberapa kecamatan yang masih memiliki satu puskesmas. Padahal, jumlah masyarakatnya cukup banyak dan letak geografisnya cukup jauh.

Fasilitas puskesmas yang masih memiliki satu puskesmas tersebar di empat kecamatan. Seperti Kecamatan Pasean, Batumarmar, Galis, dan Pakong. Sementara sisanya memiliki dua puskesmas.

”Seperti Kecamatan Waru memiliki dua puskesmas, Kecamatan Pegantean dua, Proppo dua, Palengaan sudah pengembangan, Kota ada dua puskesmas, Tlanakan dua,  Pademawu dua, dan Larangan dua puskesmas,” terangnya.

Kendati masih ada beberapa kecamatan yang perlu penambahan puskesmas, namun hal itu tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Sebab, terbentur dengan keterbatasan anggaran.

”Dilihat dari jumlah keuangan daerah untuk menyediakan SDM, alat, bangunan, dan lain-lain. Kalau bangunannya ada, tapi SDM-nya tidak ada kan mubazir,” ujarnya.

            Sementara itu, anggota DPRD Pamekasan Muksin Salim berharap agar pemerintah menyiapkan penambahan fasilitas kesehatan dan SDM tenaga medis. Tujuannya, agar masyarakat lebih dekat dan mudah ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

”Seperti di Kecamatan Pasean dan Batumarmar sangat penting dan mendesak untuk ditambah fasilitas puskesmas,” ungkap pria asal Pamekasan utara (pantura) tersebut.

Selama ini, masyarakat yang butuh layanan kesehatan masih harus datang ke puskesmas di sekitar kecamatan. Bahkan, harus datang ke Puskesmas Waru. Padahal, jarak tinggal mereka dengan layanan kesehatan itu cukup jauh.

”Penambahan fasilitas kesehatan tentunya bisa membantu dan mempermudah dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan,” tukasnya. 

(mr/sin/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia