Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasutri Muda Jualan Narkoba Bandar Perempuan Juga Diciduk

10 Oktober 2019, 01: 25: 11 WIB | editor : Abdul Basri

BUDAK NARKOBA: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro berbicara dengan tersangka kasus narkoba kemarin.

BUDAK NARKOBA: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro berbicara dengan tersangka kasus narkoba kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Bisnis haram narkotika dan obat/bahan berbahaya (nerkoba) masih marak. Aktornya tidak hanya perseorangan, tetapi juga melibatkan pasangan suami istri (pasutri). Usia mereka relatif muda.

Polres Pamekasan berhasil mengungkap 11 kasus dan mengamankan 17 tersangka. Perinciannya, 5 pengedar, 11 pemakai, dan seorang bandar. Kasus tersebut terungkap sejak 30 Agustus hingga 8 Oktober. Salah seorang tersangka berstatus pasutri.

Pasangan itu bernama Lukman Hakim, 24, dan Rosita, 22. Mereka berasal dari Dusun Polagan Utara, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Dari tangan pasutri itu, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) 4,40 gram sabu-sabu (SS). Mereka disangka melanggar pasal 112 ayat (1) subsider pasal 114 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun sampai seumur hidup.

Selain pasutri tersebut, polisi mengamankan belasan tersangka yang usianya masih relatif muda. Mereka adalah Alfiansyah, 20, dan Salehodin, 24. Dua pemuda itu berasal dari Kecamatan Pasean.

Polisi mengamankan BB 1,4 gram SS. Tersangka lain yakni Slamet Hariyadi. Pria berusia 30 tahun itu ditangkap di rumahnya, Desa/Kecamatan Kadur. Polisi juga menangkap Dahnan, 18; Irwan Wahyudi H, 19; dan Erliyanto, 50. Lalu, Syaiful Anam, 25; Busriyanto, 33; dan Achmad Rofiqi, 22.

Budak narkoba lain yang juga diamankan yakni Ahmad Mustofal Anshor, 24, dan Zainul Arifin, 32. Kemudian, Homzainuddin, 19; Moh. Rendy, 19; dan Sholif Hakim, 19. Seoorang bandar yang ditangkap adalah Jamilah, 37, asal Desa Onjur, Kecamatan Karang Penang, Sampang. BB yang diamankan dari perempuan tersebut seberat 29,01 gram.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menegaskan, polisi akan terus berupaya menekan peredaran narkoba. Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar perang terhadap barang haram itu berjalan sesuai harapan. ”Operasi akan terus kami lakukan,” katanya.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menyodorkan pertanyaan kepada Lukman dan Rosita. Namun, mereka enggan menjawab. Keduanya hanya mengangguk ketika ditanya apakah menyesali perbuatannya.

Tim Opsnal Satreskoba Polres Sampang juga mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkoba jenis SS dengan lima tersangka selama sepekan terakhir.

Tiga budak narkoba pertama berasal dari Kota Kediri. Mereka adalah Nicho Andiangtama Yuviardo,29; Candra Agustiawan, 28; dan Eko Hadi Aprilian, 24. Mereka ditangkap saat melintas di Jalan Raya Wachid Hasyim dengan mobil Daihatsu Xenia AG 1775 BD. Ketika menggeledah, polisi menemukan 36,44 gramSS dalam dua plastik klip.

”Saat mengetahui dicegat oleh polisi, salah satu dari mereka bertiga ini melempar sabu-sabunya keluar lewat jendela mobilnya,” terang Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro.

Penangkapan mereka membuktikan bahwa peredaran narkoba di Madura semakin menggurita. Sebab, tiga tersangka asal Kediri itu membeli narkoba di Sampang. Bahkan, bandar asal Karang Penang yang diungkap Polres Pamekasan berjenis kelamin perempuan. ”Ketiganya berstatus pengedar sekaligus pengguna,” paparnya.

Polres kemudian menangkap Agus Hermanto, 30, dan Sutari, 37. Warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, itu ditangkap di sebuah rumah di Dusun Surren, desa setempat. Polisi menemukan tiga plastik klip berserakan di lantai. Tiap plastik berisi SS seberat 0,36 gram, 0,39 gram, dan 1,91 gram. ”Polisi juga menemukan timbangan elektrik saat menggeledah rumah tempat penangkapan dua tersangka itu,” terangnya.

”Kami sedang mendalami keterangan tersangka. Target kami, mengetahui dari siapa tersangka memperoleh narkoba itu,” ujarnya. Lima tersangka yang kini mendekam di tahanan Polres Sampang itu diancam pasal 114 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 juncto 132 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 10 miliar.

(mr/pen/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia