Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Fit and Proper Test KI Tertutup

Kemarin Gagal, Diagendakan Lagi Hari Ini

10 Oktober 2019, 01: 23: 27 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Pansus KI DPRD Bangkalan menggelar pertemuan dengan mantan ketua Timsel Rekrutmen Calon Anggota KI kemarin.

SERIUS: Pansus KI DPRD Bangkalan menggelar pertemuan dengan mantan ketua Timsel Rekrutmen Calon Anggota KI kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Tahap fit and proper test calon anggota Komisi Informasi (KI) Bangkalan gagal kemarin (9/10). Alasannya, anggota Pansus KI DPRD Bangkalan sepakat melaksanakan hari ini. Kesepakatan itu dibuat setelah melakukan rapat koordinasi dengan diskominfo.

Sebelum dilakukan uji kelayakan, kemarin pansus KI DPRD mengundang mantan Ketua Timsel Rekrutmen KI KH Makki Nasir. Pansus menanyakan pertimbangan apa timsel meloloskan nama-nama calon anggota KI yang masuk 15 besar dari sekian puluhan pelamar.

Ketua Pansus KI DPRD Bangkalan Nur Hasan mengutarakan, pelaksanaan uji kelayakan terhadap calon komisioner KI akan dilakukan secara tertutup. ”Sebelum fit and proper test digelar, kami undang timsel dalam rangka mengetahui calon anggota KI yang masuk 15 besar,” katanya.

Menurut Nur Hasan, uji kelayakan calon anggota KI dilakukan secara tertutup karena pertimbangan psikologi peserta supaya tidak gerogi dan lebih mudah menjawab pertanyaan. ”Tidak ada maksud apa-apa. Hanya agar peserta tidak gerogi,” ujarnya.

Politikus PPP itu menyatakan, pansus sudah membuat tata tertib untuk uji kelayakan. Ada empat penilaian. Yakni integritas, keterampilan komunikasi, human relation, kedalaman wawasan mengenai KIP, dan masalah keterbukaan informasi publik. ”Per orang 30 menit untuk uji kelayakan ini,” terangnya.

Setengah jam sebelum dilaksanakan fit and proper test, 15 calon anggota KI harus hadir. Sebab, uji kelayakan dimulai pukul 09.00. ”Tidak hadir sesuai waktu yang ditentukan, kami anggap gugur,” tegasnya.

Mantan Ketua Timsel Rekrutmen Calon Anggota KI KH Makki Nasir mengatakan, kedatangannya dalam rangka memenuhi undangan pansus. Pihaknya memberikan penjelasan tentang nama-nama yang masuk 15 besar.

”Kami berat menentukan 15 besar karena semua berpotensi. Nanti dari lima besar itu harus ada keterwakilan dari unsur pemerintah,” pungkasnya. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia