Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Ribuan Buku Perpustakaan Belum Dikembalikan

10 Oktober 2019, 00: 49: 33 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBUKA WAWASAN: Pengunjung berada di ruang baca perpustakaan Sumenep kemarin.

MEMBUKA WAWASAN: Pengunjung berada di ruang baca perpustakaan Sumenep kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Keterlambatan pengembalian buku bikin ruwet pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep. Pasalnya, ada ribuan anggota perpustakaan yang mengembalikan buku.

Kasi Pengolahan Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Agus Utomo mengutarakan, masyarakat yang ingin meminjam buku harus mendaftar menjadi anggota perpustakaan. Batas waktu peminjaman buku dua minggu. Apabila masih diperlukan, bisa dilakukan perpanjangan.

Namun, aturan peminjaman buku kurang diperhatikan oleh anggota perpustakaan. Per 9 Oktober 2019 sudah 1.784 anggota terlambat mengembalikan buku. Sementara bukunya sudah pasti lebih dari angka itu. Sebab, setiap orang tidak hanya meminjam satu buku.

Meski begitu, tidak diberlakukan sanksi denda bagi yang terlambat mengembalikan buku. Mereka hanya tidak diperbolehkan meminjam buku lagi selama 1 minggu. ”Sampai saat ini, belum ada aturan yang mendasari untuk diberlakukan denda. Nanti malah kita yang salah karena dianggap pungutan,” ujarnya kemarin (9/10).

Jumlah buku yang dikelola perpustakaan Sumenep sebanyak 78.876 buku. Perinciannya, 35.004 buku di dalam perpustakaan Sumenep dan 12.623 buku untuk perpustakaan keliling. Kemudian, untuk perpustakaan perwakilan sebanyak 6.420 buku di Kecamatan Kalianget, 5.561 buku di Kecamatan Guluk-Guluk, 5.975 buku di Kecamatan Talango, 2.544 buku di Kecamatan Dasuk, dan 2.301 di Kecamatan Manding.

Sementara ini, buku yang belum dikembalikan masih menjadi aset negara dan belum bisa dikategorikan hilang. Pasalnya, instansi berinisiatif untuk mengirim surat ke alamat para anggota yang belum mengembalikan buku.

Ilyas Ali Akbar, 19, salah seorang pengunjung perpustakaan menyampaikan, dirinya belum pernah terlambat mengembalikan buku. Warga Kecer, Kecamatan Dasuk itu lebih sering membaca buku di perpustakaan.

Menurut Ilyas, ruang baca sangat ideal untuk digunakan membaca buku. Namun, yang perlu dievaluasi tentang tata letak buku. ada beberapa buku masih campur walaupun topiknya berbeda. ”Terus ada juga, dicari di komputer ada, tapi ketika dilihat di rak buku tidak ada,” tandasnya. (c3)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia