Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Puluhan Narapidana Bantu Rehab Masjid Jamik

09 Oktober 2019, 03: 08: 33 WIB | editor : Abdul Basri

AMAL JARIYAH : Para warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep ketika memasang keramik di Masjid Jamik Sumenep kemarin.

AMAL JARIYAH : Para warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep ketika memasang keramik di Masjid Jamik Sumenep kemarin. (JUINAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Lantai Masjid Jamik, Sumenep, diperbaharui. Siapa sangka puluhan pekerja tersebut adalah warga binaan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Sumenep. Pekerjaan itu dilakukan dengan ikhlas, tanpa pamrih. Meski, bukan tukang profesional, hasilnya memuaskan.

Salah satunya Imanda, 37, warga Desa/Kecamatan Batang-Batang. Dia merupakan narapidana kasus narkoba. Menurutnya, dia beserta rekan-rekannya mengajukan diri membantu memperbaiki masjid tersebut. Tujuannya, mendapatkan pahala dari Allah SWT.  ”Kita ikhlas dan sukarela melaksanakan,” terang napi yang divonis selama 4 tahun itu.

Sementara, Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beny Hidayat melalui Staf Kesatuan Pengamanan Rutan Teguh di lokasi menyampaikan, kegiatan ini merupakan program asimilasi dari rutan. Warga binaan yang terpilih dan memenuhi syarat dari lembaga permasyarakatan bisa dipekerjakan di luar rutan.

Mereka bekerja sebagai pengabdian kepada masyarakat. Selain itu dalam rangka kembali memperkenalkan lingkungan luar rutan, sebelum mereka bebas dari tahanan. Jumlah napi yang membantu sebanyak 20 orang. ”Ada seleksi dari kami. Tanpa berbekal skill, mereka tidak mungkin kami izinkan membantu di sini,” jelasnya.

Program asimilasi kerja luar ini dijadwalkan dari pukul 08.00–17.00. Kecuali kegiatan yang bersifatnya insidental. Semisal, pengerjaan yang harus segera diselesaikan. Termasuk, rehab masjid ini ditargetkan selesai bulan Maulid. Karena kebutuhan itulah, mereka bekerja lembur sampai pukul 24.00. Instansinya memberi penilaian khusus. Mereka akan diprioritaskan ketika mengajukan remisi.

Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep Husen Satriawan sangat berterima kasih atas bantuan itu. Pihaknya merasa sangat terbantu dengan antusias warga binaan merehab masjid. Dengan begitu, mampu meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Anggaran untuk rehab bersumber dari sumbangan jamaah. Untuk pembelian peralatan menghabiskan Rp 1 miliar.

Kesadaran mereka untuk menjadi relawan rehab masjid akan menepis anggapan jelek masyarakat kepada para tahanan. Meski berada di tahanan, mereka bersedia mengerjakan kegiatan sosial. ”Bisa saja di mata manusia mereka dinilai jelek, padahal di mata Allah SWT mereka berhati mulia,” ungkapnya.(c3)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia