Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Wisata Pantai Selatan tanpa Grand Design

09 Oktober 2019, 03: 04: 00 WIB | editor : Abdul Basri

CERAH: Perahu-perahu yang biasanya berlayar menuju Pulau Mandangin menepi di Pelabuhan Tanglok kemarin.

CERAH: Perahu-perahu yang biasanya berlayar menuju Pulau Mandangin menepi di Pelabuhan Tanglok kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

PEMKAB Sampang sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan pariwisata. Baik wisata di wilayah pantai utara (pantura) ataupun pantai selatan. Akan tetapi, sampai saat ini grand design pembangunan pariwisata belum tuntas.

Di pesisir selatan, ada tiga objek yang akan dijadikan destinasi wisata. Yakni, Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang; wisata mangrove Desa Marparan, Kecamatan Sreseh; dan wisata petik buah jambu air di Kecamatan Camplong. Akan tetapi, disporabudpar belum memiliki grand design terkait ketiga objek wisata tersebut.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan bahwa pembangunan grand design wisata di wilayah selatan memang belum ada. Akan tetapi, pihaknya berencana menyusun pada tahun anggaran 2020. Hal itu sebagai komitmen instansinya dalam pengembangan pariwisata.

”Untuk 2020 ini kami fokus menyusun grand design dulu. Baik untuk wisata Mandangin, wisata petik jambu air ataupun wisata mangrove,” kata Aji Waluyo kemarin (8/10).

Setelah grand design tuntas, pemkab akan memikirkan anggaran pembangunannya. Pembangunan wisata akan digerojok melalui dana alokasi khusus (DAK). Besaran anggaran yang akan disiapkan bergantung dengan dokumen grand design. ”Kalau grand design tahun 2020, berarti pembangunan fisiknya 2021,” tegasnya.

Di Pulau Mandangin ada empat titik yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Pertama, wisata religi Ragapadmi dan Bangsacara. Kedua, wisata pantai pasir putih. Ketiga, wisata diving dan snorkeling. Keempat, festival budaya rokat tase’. ”Mohon dukungan masyarakat agar rencana pembangunan pariwisata ini sukses,” imbuhnya.

Bagaimana dengan Pantai Camplong yang selama ini menjadi objek wisata favorit di pesisir pantai selatan? Menurutnya, pantai tersebut tidak bisa dikembangkan oleh pemkab. Sebab, Pantai Camplong saat ini masih berstatus disewakan kepada pihak ketiga. ”Sewanya hingga 2030 mendatang,” tukasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia