Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Ribuan Ton Garam Menuju Palembang

09 Oktober 2019, 02: 56: 34 WIB | editor : Abdul Basri

KERJA KERAS: Para buruh menurunkan garam dari truk untuk dinaikkan kembali ke Kapal Sahabat Sejati 8 di Pelabuhan Branta kemarin.

KERJA KERAS: Para buruh menurunkan garam dari truk untuk dinaikkan kembali ke Kapal Sahabat Sejati 8 di Pelabuhan Branta kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Diproduksi di Madura, dibawa ke Sumatera. Bahkan, dibawa ke mana-mana. Begitulah hasil produksi garam Madura.

Seperti yang terlihat di Pelabuhan Branta, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, kemarin (8/10). Sebanyak 1.500 ton garam dari PT Garindo Sejahtera Abadi dinaikkan ke Kapal Sahabat Sejati 8. Ribuan ton garam itu akan diangkut menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Anam, pekerja gudang  PT Garindo Sejahtera Abadi Syaiful mengatakan, harga garam per ton berkisar Rp 450 ribu untuk kualitas dua (K-2). K-1 seharga Rp 550 ribu per ton. ”Dari PT Garindo, ada 1.500 ton yang akan dinaikkan ke kapal. Kemudian, dari PT Garam juga 1.500 ton yang akan dikirim dan diangkut dengan kapal ini,” terang pria asal Desa Ambat tersebut.

Seorang petani garam di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Suhairi mengeluhkan harga garam turun lagi. Selain itu banyak gudang yang tutup. Padahal, dia menunggu kenaikan harga kristal putih itu.

Modal yang dikeluarkan petani tidak sedikit. Harga garam yang dia peroleh Rp 375 sampai Rp 400 per kilogram untuk K-2. ”Untuk K-1 sulit produksinya karena kurang putih. Punya saya K-2,” terangnya.

Saat ini Suhairi tidak menjual garam lagi. Dia berencana akan menyimpan garam yang dia produksi. ”Sebelumnya saya menjual 10 truk. Harganya Rp 450 per kilogram,” terangnya. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia