Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Sampaikan Kritik dan Pujian melalui Ngopi Bareng Wabup

09 Oktober 2019, 02: 42: 51 WIB | editor : Abdul Basri

BERDIALOG: Sejumlah masyarakat, politisi, dan OPD hadir pada acara refleksi satu tahun kepemimpinan Berbaur di Kedai 11-12 pada Senin Malam (7/10).

BERDIALOG: Sejumlah masyarakat, politisi, dan OPD hadir pada acara refleksi satu tahun kepemimpinan Berbaur di Kedai 11-12 pada Senin Malam (7/10). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan genap satu tahun. Mahasiswa, politikus, dan sejumlah masyarakat ngopi bareng bersama wakil bupati (Wabup) untuk menyampaikan kritik serta apresiasi terhadap kinerja pasangan Berbaur tersebut.

DISKUSI refleksi satu tahun Pamekasan Hebat berlangsung hangat Senin malam (7/10). Ngopi bareng bersama Wabup Pamekasan Raja’e di Kedai 11-12 itu penuh keakraban.

SEMANGAT: Audiens bertanya kepada sejumlah OPD pada acara refleksi satu tahun kepemimpinan Berbaur di Kedai 11-12 pada Senin Malam (7/10).

SEMANGAT: Audiens bertanya kepada sejumlah OPD pada acara refleksi satu tahun kepemimpinan Berbaur di Kedai 11-12 pada Senin Malam (7/10). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Ngopi bareng sambil diskusi itu digagas pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan. Sejumlah kalangan dan elemen masyarakat diundang dalam forum menarik tersebut.

Kritikan dan pujian terus menghidupkan diskusi pada malam itu. Maklum, para pendukung Berbaur (Bersama Ra Baddrut-Raja’e) dan oposisi berada di satu forum ngopi bareng. Baik kalangan politisi, mahasiswa, pengusaha, dan dari elemen masyarakat lainnya.

Raja’e didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir pada kegiatan tersebut. Kritikan dan pujian berkenaan dengan kepemimpinan Berbaur terlontar pada forum terhormat itu.

Ada yang menyampaikan kepemimpinan Berbaur belum maksimal dan ada pula yang mengapresiasi karena sudah banyak meraih prestasi. Beberapa kritikan yang disampaikan audiens di antaranya berkenaan dengan jalan kabupaten yang rusak dan belum diaspal, pelayanan publik, dan lambannya reformasi birokrasi.

Salah satu peserta diskusi Khoirul Kalam mengutarakan, di beberapa OPD masih banyak yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Akibatnya, pejabat di posisi tersebut tidak memiliki kebijakan penuh.

”Pikiran liar saya, banyaknya OPD yang dijabat Plt agar bupati memiliki kontrol atau power penuh kepada Plt itu,” kata Khoirul Kalam.

Selain itu, komunikasi pejabat degan semua elemen masyarakat dinilai terputus. Akhirnya, marak terjadi demonstrasi-demonstrasi dalam berbagai momentum. ”Sehingga, demo menjadi cara terakhir perjuangan,” terangnya.

Sementara itu, Munaji Santoso, anggota dewan, juga meminta agar Berbaur lebih maksimal bekerja untuk memenuhi janji-janji politiknya. Jangan sampai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui demonstrasi justru dinilai negatif.

”Aspirasi itu untuk mengontrol kinerja pemerintah agar maksimal dalam menjalankan tugasnya,” sarannya.

Kendati demikian, audiens juga tidak menampik keberhasilan Berbaur atas komitmennya itu membawa Pamekasan menjadi kabupaten luar biasa. Indikasinya, sudah banyak prestasi yang diraih dari beberapa kementerian dalam satu tahun kepemimpinnya.

Bahkan belum genap seratus hari, Berbaur sudah sukses menyediakan Mal Pelayanan Publik (MPP). Layanan ini juga diapresiasi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Dengan demikian, Berbaur telah memberikan bukti nyata utuk membawa Pamekasan ke arah yang lebih baik.

Ketua Fraksi PKB Khairul Umam menjelaskan, dalam satu tahun sudah banyak keberhasilan yang dilakukan oleh Berbaur. Kendati juga ada yang perlu dimaksimalkan.

”Ini kan masih bekerja dalam satu tahun, jadi masih punya waktu empat tahun ke depan untuk menuntaskan program-program Berbaur,” terangnya.

Dia mengajak masyarakat untuk optimistis. ”Rajja, bajjra, tor parjugha adalah semangat bersama untuk membangun masyarakat yang memiliki identitas tadi. Kalau Pamekasan hebat itu nantinya benar-benar tercapai, yang bahagia adalah masyarakatnya,” terangnya.

Sementara itu, Raja’e mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh HMI. Kegiatan ini sebagai wujud kritik konstruktif agar pemkab ke depan bisa melangkah lebih baik lagi dan sekaligus sebagai fondasi dalam memberikan pijakan.

 ”Teman-teman HMI mengundang kami utuk menjelaskan program yang telah dilaksanakan sekaligus juga memberikan pandangan apa yang akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Diakuinya, selama kurun waktu satu tahun, kelebihan dan kekurangan pasti ada. Tidak mungkin semua program direalisasikan dalam satu tahun. Dia berkomitmen, berbagai kekurangan akan diperbaiki di tahun-tahun yang akan datang dengan beberapa usulan yang telah disampaikan.

”Akan menajadi catatan bagi kami. Model kegiatan seperti ini sesungguhnya bagus dilakukan, karena saran dan kritik menjadi harapan kami,” terangnya.

Sementara itu, pengurus HMI Cabang Pamekasan Nor Ali berterima kasih kepada semua pihak yang telah menghadiri acaranya. Diharapkan kegiatan tersebut bisa mencerahkan kepada masyarakat maupun pemilik kebijakan.

”Dengan kegiatan ini masyarakat bisa memberikan kritik kepada pemkab, dan pemkab juga bisa memberikan penjelasan berkenaan dengan program-programnya,” tukasnya.

(mr/onk/sin/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia