Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Tunggu Hasil Labfor Polda

08 Oktober 2019, 02: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Tunggu Hasil Labfor Polda

Share this      

BANGKALAN ­– Polres Bangkalan terus mengembangkan penyelidikan peredaran narkoba lintas negara dan keterlibatan tersangka dari Lapas Porong. Sayangnya, berkas perkara belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Alasannya, masih menunggu hasil labfor dari Polda Jatim.

Ungkap kasus dua perkara itu berbeda. Pertama terjadi pada Senin (12/8). Petugas mengamankan dua tersangka. Yakni, Rahmad Fajar Suhaimi, 19, dan Salamin, 23. Keduanya berasal dari Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan. Barang bukti (BB) yang disita dua paket plastik klip berisi narkoba dengan berat total 203,51 gram.

Kedua pada Jum’at (23/8). Tersangka yang diamankan yakni Ahmad Faisal, 28, asal Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak Kalimantan Barat. BB yang diamankan sepuluh plastik klip isi narkoba dengan total 1.011,22 gram.

Jika dirupiahkan dengan asumsi satu gram narkoba seharga Rp 1,2 juta, maka kurang Rp 250 juta untuk perkara yang melibatkan dua orang tersangka. Sedangkan BB yang diamankan dari tersangka Ahmad Faisal jika dirupiahkan senilai Rp 1,2 miliar.

Kasatnarkoba Polres Bangkalan AKP Soekris Trihartono mengatakan, pihaknya saat ini masih melengkapi kekurangan berkas untuk melimpahkan ke Kejari Bangkalan. ”Berkas perkara masih dalam proses. Menunggu hasil tes dari labfor polda,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (7/10).

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menambahkan, terkait tahanan Lapas Porong, pihaknya sudah melakukan interogasi kepada yang bersangkutan. ”Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada JFS (inisial). Izin pemeriksaan baru turun,” ungkapnya.

”Memang dia (JFS) yang menyuruh. Yang diperiksa pada Kamis (3/10) di Polsek Porong,” imbuhnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.

Soekris menjelaskan, hubungan antara JFS dan tersangka Rahmad Fajar Suhaimi masih satu keluarga. Yakni anak dan orang tua. Pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas di Polda Jatim.

”Kami koordinasi dengan lab di Polda Jatim dulu. Kejaksaan tidak mau menerima berkas kalau tidak ada hasil tes labfor polda,” jelasnya.

Pihaknya tidak mau berspekulasi terlebih dulu kapan bisa melengkapi kekurangan berkas perkara. ”Kami tidak tahu. Secepatnya kami akan segera selesaikan berkasnya,” pungkas dia. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia