Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Ditinggal saat Hamil Tujuh Bulan

Istri PNS Ngadu ke Dewan, Bawa Foto Suami dengan Perempuan Lain

08 Oktober 2019, 03: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MINTA KEADILAN: Lilik Yuliatin Hartatik mengadu ke Komisi A DPRD Bangkalan kemarin.

MINTA KEADILAN: Lilik Yuliatin Hartatik mengadu ke Komisi A DPRD Bangkalan kemarin. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Lilik Yuliatin Hartatik, Amd.Keb. mendatangi Komisi A DPRD Bangkalan kemarin (7/10). Tenaga sukwan di Puskesmas Galis itu mengadukan nasibnya yang ditinggal pergi sang suami, EAA (inisial). Padahal, Lilik tengah hamil tujuh bulan.

EAA merupakan warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal. Dia merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Kecamatan Bangkalan.

Lilik Yuliatin Hartatik dan EAA menikah pada 28 September 2015 dengan bukti akta nikah nomor 0666/70/IX/2015 yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Galis. Pasangan suami istri ini dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir pada 9 Desember 2016. Dengan demikian, usia anak pertama mereka saat ini 2 tahun 9 bulan.

Lilik Yuliatin Hartatik menceritakan kronologi ditinggal pergi suaminya. Merurut dia, sang suami pergi tanpa alasan mendasar. Bahkan, saat melahirkan anak pertama, Lilik Yuliatin Hartatik tanpa pendampingan dari sang suami sampai terjadi komplikasi yang ditimbulkan akibat persalinan.

Hingga saat ini, EAA tidak pernah menanyakan keberadaan dan keadaan istri serta anaknya. Sekaligus tidak pernah memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.

Lilik Yuliatin Hartatik mengutarakan, dirinya merupakan istri sah dari EAA. Tetapi tanpa alasan yang jelas, sang suami meninggalkannya saat usia kehamilan tujuh bulan. ”Saya merasa tersakiti karena perlakuan suami dengan terang-terangan melakukan hubungan dengan wanita lain,” ucap dia saat membawa foto-foto kemesraan suami dengan perempuan lain.

Dia menyebut, EAA telah melakukan pelantaran istri dan anak. Sebab, sampai sekarang tidak pernah ada kabar dan tidak memberikan nafkah. ”Ada perselingkuhan. Sudah benar-benar nyata. Di DP WA saja ada foto profil dia dengan perempuan lain,” ujarnya.

Karena itu, dia datang ke Komisi A DPRD Bangkalan untuk mencari keadilan. Sebab, EAA merupakan aparatur sipil negara (ASN). ”Saya minta keadilan saja,” ucapnya dengan suara lirih.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Agus Kurniawan menyatakan akan segera memanggil pihak BKPSDA. Sebab, suami Lilik Yuliatin Hartatik merupakan PNS. Terlebih, dia mengaku telah ditelantarkan saat kondisi hamil tujuh bulan. ”Persoalannya kompleks. Bisa etik karena sebagai PNS. Juga bisa dibawa ke ranah hukum karena telah melantarkan istri dan anak,” terangnya.

Politikus Partai Demokrat itu menyampaikan, dalam kasus ini komisi A sebisa mungkin menjembatani keinginan Lilik Yuliatin Hartatik. Yang bersangkutan mengaku ada perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangganya. ”Yang dibawa ke kami lengkap dengan foto-foto sang suami dengan perempuan lain,” tandasnya. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia