Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Bakal Bubarkan Puluhan Koperasi

Diskop dan UM Tunggu Jawaban Pemerintah Pusat

08 Oktober 2019, 03: 50: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Bakal Bubarkan Puluhan Koperasi

Share this      

SUMENEP – Koperasi di Kota Keris mencapai 1.590 lembaga. Namun, tidak semuanya aktif. Tahun ini pemkab mengajukan 25 koperasi dibubarkan.

Kasi Pendaftaran dan Legalitasi Pendirian Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Sumenep Moh. Bahar mengungkapkan, tidak semua koperasi patuh pada aturan. Sehingga, pihaknya mengajukan pada pemerintah pusat agar dihapus.

”Tahun ini yang kami ajukan untuk dibubarkan 25 koperasi,” kata Bahar saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (7/10).

Bahar mengutarakan, 25 koperasi yang diusulkan untuk dihapus itu karena beberapa faktor. Di antaranya, keberadaannya tidak jelas dan kepengurusannya sudah bubar. Sehingga dapat dikatakan sebagai koperasi yang tidak produktif.

”Ada 25 koperasi yang sudah tidak jalan secara kelembagaan. Sampai saat ini SK pembubarannya belum turun,” ujarnya.

Sebanyak 25 koperasi yang diajukan untuk dibubarkan itu sudah bertahun-tahun tidak menyetorkan hasil rapat anggota tahunan (RAT). Padahal, koperasi wajib menyetorkan hasil RAT secara berkala, tentang kepengurusan maupun usaha yang dijalani koperasi.

”Kementerian sudah mengeluarkaan aturan, koperasi yang 3 tahun berturut-turut tidak melakukan RAT bisa dibubarkan,” terangnya.

Bahar mengklaim lembaganya setiap tahun memberikan pembinaan kepada koperasi. Tujuannya, agar usaha yang dijalani bisa berjalan dan produktif. Kendati demikian, tidak semua mendapatkan pembinaan. Pihaknya terkendala ketersediaan anggaran. ”Memang tidak semuanya, karena terkendala dengan anggaran,” akunya

Lembaga koperasi yang diberikan pembinaan yang tidak sehat. Tujuannya, agar koperasi tersebut bisa mengembangkan usaha yang digelutinya. ”Kalau sudah besar dan sehat, tidak kami berikan pembinaan,” tegasnya.

Anggota DPRD Sumenep Suroyo mendesak pemerintah untuk terus melakukan pembinaan kepada koperasi. Dia menilai sejumlah koperasi tidak produktif karena sumber daya manusia (SDM) yang mengelola minim.

”Kalau SDM-nya bagus, koperasinya akan bagus. Kami ingin pembinaan terus ditingkatkan,” katanya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia