Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

DPMD Sebut Banyak Bacakades Mengundurkan Diri

08 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

CALON PEMIMPIN: Sejumlah peserta mengikuti ujian kepemimpinan pilkades serentak 2019 di Gedung Islamic Center, Rabu (2/10).

CALON PEMIMPIN: Sejumlah peserta mengikuti ujian kepemimpinan pilkades serentak 2019 di Gedung Islamic Center, Rabu (2/10). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP  – Ujian kepemimpinan bakal calon kepala desa (bacakades) sebagai bagian dari tahapan pencalonan usai digelar Rabu (2/10). Sebanyak 35 desa dari 22 kecamatan di Sumenep mengikuti gelaran seleksi tambahan dikarenakan memiliki lebih dari lima bacakades.

Tahun 2019, ada 226 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak. Rinciannya, 174 desa di wilayah daratan dan 52 desa di kepulauan. Ratusan desa tersebut tersebar di 27 kecamatan di Kota Keris.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, terdapat 22 orang yang tidak mengikuti ujian kepemimpinan dari 253 bacakades yang terdaftar. Setelah melalui penyaringan melalui seleksi tambahan, panitia pemilihan telah menetapkan lima cakades berdasarkan hasil perankingan nilai.

Nilai tersebut didapatkan dari hasil akumulasi skoring dan ujian kepemimpinan. Skoring terdiri dari pembobotan nilai di bidang pengalaman di lembaga pemerintahan, pendidikan, dan usia. Sedangkan untuk ujian kepemimpinan terdiri dari tes tulis dan wawancara.

Dari 35 desa yang melebihi lima bacakades terdapat paling sedikit 6–11 orang di setiap desa. Dengan begitu, untuk bisa lanjut pada tahap pemilihan, panitia harus menyaring maksimal lima calon dan minimal dua calon. Sesuai aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2019 tentang Desa dan diatur secara teknis dalam Peratuan Bupati (Perbup) 54/2019 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Ramli menyebutkan, dari hasil penyaringan desa-desa yang melebihi lima bacakades, tidak semua desa menetapkan lima calon. Sebab di beberapa desa banyak bacakades yang mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai bacakades. Dengan begitu, diperkirakan dalam satu desa yang awalnya melebihi dari lima bacakades, panitia pemilihan hanya menetapkan kurang dari lima orang.

”Ada banyak bacakades mengundurkan diri. Khusus yang ikut dalam pelaksanaan seleksi tambahan. Tapi, sebagian besar menetapkan lima calon berdasarkan hasil pe-ranking-an,” jelasnya kemarin (7/10).

Namun, Ramli tidak bisa menyebutkan angka pasti desa yang sebelumnya ikut seleksi tambahan dan hanya menetapkan di bawah lima cakades. Sedangkan untuk desa yang memiliki kurang dari dua cakades, sampai saat ini tidak ada laporan. Sebab, panitia pemilihan diberi kewenangan untuk membuka kembali pendaftaran jika cakades kurang dari dua orang. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia