Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan
Tiga Bulan, Ratusan Orang Jadi Anggota Baru

Kunjungan Perpus Bertambah, Mahasiswa Mendominasi

08 Oktober 2019, 00: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

RAJIN PANGKAL PANDAI: Beberapa pengunjung tampak khusyuk membaca buku di lantai satu gedung Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (DPK) Pamekasan kemarin.

RAJIN PANGKAL PANDAI: Beberapa pengunjung tampak khusyuk membaca buku di lantai satu gedung Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (DPK) Pamekasan kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pengunjung perpustakaan Pamekasan terus melonjak sejak tiga bulan terakhir. Itu karena beberapa lembaga pendidikan di Kota Pamekasan mulai aktif. Utamanya, perguruan tinggi yang menggelar perkuliahan sejak September lalu.

Faktor tersebut juga disebabkan oleh ketersediaan buku yang cukup banyak. Dengan demikian, banyak kaum pelajar, baik siswa atau mahasiswa, mencari rujukan di perpus untuk mengerjakan tugas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan mencatat, anggota perpustakaan sampai saat ini mencapai 16.653. Dari angka itu, paling banyak berstatus sebagai mahasiswa. ”Paling banyak memang dari kalangan mahasiswa,” jelas Pustakawan DPK Pamekasan Kusairi kemarin (7/10).

Pada Juli lalu, pengunjung perpustakaan hanya 3.167 orang. Tetapi, pada Agustus naik menjadi 3.402 pengunjung. Kenaikan signifikan terjadi pada September. Yakni, sebanyak 8.384 pengunjung.

Pihak perpustakaan terus berupaya menunjang ketersediaan buku. Selain itu memberikan pelayanan maksimal. Sebab, itu bisa membuat para pengunjung merasa nyaman dan ingin kembali mencari referensi di perpustakaan.

Kusairi mengatakan, tahun ini koleksi judul buku sudah bertambah seribu lebih. ”Yakni, 800 judul dari hasil pembelian dan 300 lebih judul dari hasil sedekah,” terangnya.

Tidak hanya itu, jumlah anggota baru perpustakaan juga bertambah sejak tiga bulan terakhir. Pada Juli ada 75 orang anggota baru. Kemudian, Agustus sebanyak 88 orang anggota baru dan September sebanyak 340 orang.

Pihak perpus terus melakukan kajian. Terutama ketika pengunjung membeludak. Sebab, meja yang ada di perpustakaan terbatas. Akhirnya banyak pengunjung yang mau tidak mau harus lesehan. (c2)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia