Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Biaya Tanam Mahal, Harga Tembakau Tenggelam

08 Oktober 2019, 01: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

ANJLOK: Belasan buruh lipat daun tembakau saat melipat tembakau di rumah milik Fatmawati di Dusun Panyepen, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, kemarin.

ANJLOK: Belasan buruh lipat daun tembakau saat melipat tembakau di rumah milik Fatmawati di Dusun Panyepen, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Beberapa gudang tembakau sudah tutup. Namun, masih banyak tembakau milik petani belum dipetik. Selain karena serapan gudang minim, beberapa petani terlambat menanam daun emas.

Salah satunya di Dusun Panyepen, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo. Sejumlah petani di desa tersebut menanam tembakau setelah dua kali panen padi. Dengan demikian, masa panennya juga terlambat.

Fatmawati mengaku tidak punya pilihan. Meski sudah terlambat tetap menanam tembakau. Tembakaunya juga djual dengan harga murah, yakni Rp 25 ribu per kilogram. ”Tidak cukup untuk dibawa ke pasar malam,” terangnya.

Perempuan tiga anak tersebut mengatakan, biaya untuk menanam tembakau relatif banyak. Mulai dari ongkos buka lahan, penyiraman, pemetikan daun, pelipatan, rajang, penjemuran hingga biaya beli tikar.

Menurut dia, untuk memproses tembakau membutuhkan banyak tenaga. Pada saat pelipatan dirinya mempekerjakan 14 orang. ”Mereka saya bayar langsung. Rp 15 ribu per orang, ada yang Rp 12 ribu,” terang Fatmawati. (c2)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia