Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
RAPBD 2020 Defisit Rp 76,4 Miliar

Pendapatan Ditarget Rp 1,858 Triliun, Belanja Rp 1,934 Triliun

08 Oktober 2019, 04: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Bupati Sampang Slamet Junaidi memberikan keterangan pers usai menyampaikan nota penjelasan RAPBD 2020 di ruang paripurna DPRD Sampang kemarin.

SERIUS: Bupati Sampang Slamet Junaidi memberikan keterangan pers usai menyampaikan nota penjelasan RAPBD 2020 di ruang paripurna DPRD Sampang kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Sampang 2020 sudah dimulai kemarin (7/10). Yakni, melalui paripurna nota penjelasan bupati atas RAPBD di ruang sidang paripurna DPRD. Dari naskah yang dibacakan, diketahui bahwa postur RAPBD 2020 mengalami defisit anggaran sekitar Rp 76,4 miliar.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan, dalam RAPBD 2020 yang disampaikan kepada DPRD, pendapatan daerah awalnya dianggarkan Rp 1.598.855.187.857. Setelah rasionalisasi naik menjadi Rp 1.858.051.370.965. Angka kenaikannya sebesar Rp 259.196.183.108.

”Kenaikan tersebut termasuk penambahan dana alokasi khusus (DAK) yang pada RAPBD awal belum diakomodasi, karena belum ada kepastian jumlah yang akan diterima,” kata Slamet Junaidi.

Sementara untuk target belanja, awalnya dianggarkan Rp 1.664.836.634.757. Anggaran tersebut belum mengakomodasi belanja yang didanai dari DAK. Karena itulah, setelah dilakukan rasionalisasi naik menjadi Rp 1.934.532.817.865 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 269.969.183.108.

Jika dibanding dengan APBD 2019, target pendapatan 2020 mengalami kenaikan sekitar dua persen atau sebesar Rp 29,8 miliar. Sementara target belanja turun 1 persen atau sekitar Rp 25,3 miliar. Penurunan tersebut karena anggaran belanja pada RAPBD 2020 belum mengakomodasi belanja yang bersumber dari dana bantuan keuangan provinsi.

”Karena belum ada kepastian informasi penerimaannya,” tambah bupati yang akrab disapa Haji Idi itu.

Dari seluruh perhitungan antara target pendapatan dan belanja daerah, terdapat defisit sebesar Rp 76.481.446.900. Namun, defisit tersebut akan tertutupi dari pembiayaan daerah. Pertama, melalui pembiayaan penerimaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran 2019 yang diprediksi mencapai 75.981.446.900.

”Kedua, melalui penerimaan kembali investasi dana bergulir sebesar Rp 500 juta,” tegas politikus Nasdem tersebut.

Apa yang tertuang dalam nota penjelasan bupati itu masih berupa rancangan. Menurut Haji Idi, dalam pembahasannya nanti bisa mengalami perubahan. Tergantung pada dinamika pembahasan yang berjalan di DPRD Sampang.

Pihaknya berharap agar RAPBD 2020 ini segera dibahas dan disahkan. ”Kami harapkan pembahasannya lancar demi pembangunan Sampang yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, ada tahapan-tahapan yang sudah dirancang untuk membahas RAPBD 2020. Setelah nota penjelasan bupati, akan digendakan pemandangan umum masing-masing fraksi DPRD. Setelah itu, ada paripurna jawaban bupati atas pemandangan umum tersebut.

RAPBD ini ditargetkan tuntas dalam dua bulan ke depan. ”Kami targetkan akhir November sudah ditetapkan,” katanya. 

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia