Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Pelaku Pembacokan Tak Terendus

08 Oktober 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK TERENDUS: Wakapolres Sampang Kompol Suhartono saat melakukan olah TKP di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang.

TAK TERENDUS: Wakapolres Sampang Kompol Suhartono saat melakukan olah TKP di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pelaku pembacokan terhadap Munakib, 45, warga Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, diduga berjumlah empat orang. Namun, sampai saat ini keberadaannya belum terendus oleh aparat kepolisian.

            Wakapolres Sampang Kompol Suhartono mengatakan, pihaknya sudah membentuk tiga tim untuk menangani kasus tersebut. Menurut dia, yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut yakni satreskrim, intelkam, dan Polsek Ketapang.

            Pihaknya akan memadukan hasil temuan di lapangan dari tiga tim tersebut. Setelah dipadukan akan disimpulkan motif kasus pembacokan itu. ”Belum. Sampai sekarang masih kami lakukan penyelidikan. Tim yang sudah dibentuk masih terus bekerja,” katanya kemarin (7/10).

            Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi, pelaku berjumlah empat orang. Yang melakukan pembacokan tiga orang, sedangkan seorang lagi menunggu di mobil.

”Total pelaku ada empat orang, itu berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi,” ujarnya. ”Kalau pelakunya sudah tertangkap, baru kami bisa memberikan kesimpulan atas motifnya,” imbuhnya.

            Pihaknya meminta kepada masyarakat supaya tidak membangun opini yang hanya didasari oleh asumsi pribadi. Sebab, penyelidikan atas kasus tersebut sampai sekarang masih berlangsung. ”Tidak boleh menyimpulkan dengan hanya didasari oleh asumsi pribadi,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Bidang Hukum dan Advokasi Jaka Jatim Korda Sampang Moh. Hakim berharap penanganan kasus tersebut dipercepat. Sebab, pembacokan dilakukan di tempat keramaian. ”Mestinya polisi bergerak cepat, jangan terkesan melakukan pembiaran dan lamban,” kritikanya.

(mr/rus/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia