Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Hadi Sutrisno, Raih Juara 2 Lomba Inobel Tingkat Nasional

Buat Game Mat Croco Permudah Siswa Belar

07 Oktober 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

INOVATIF: Hadi Sutrisno berada di stan miliknya saat tampil dalam pameran dan presentasi di Hotel Singhasari, Batu, beberapa waktu lalu.

INOVATIF: Hadi Sutrisno berada di stan miliknya saat tampil dalam pameran dan presentasi di Hotel Singhasari, Batu, beberapa waktu lalu. (HADI SUTRISNO FOR RadarMadura.id)

Share this      

Berkat tangan Hadi Sutrisno, matematika bukan lagi pelajaran yang menjenuhkan. Dia membuat Game Mat Croco yang berisi edukasi menyenangkan bagi siswa.

IDE Hadi Sutrisno membuat game edukasi terinspirasi dari lingkungan sekitar. Dia kerap melihat anak-anak usia sekolah di berbagai tempat sibuk bermain games. Sementara games yang dimainkan kurang bermanfaat.

”Dari latar belakang itu, saya berpikir kenapa tidak menyiapkan games yang bersifat edukasi. Dari itu saya mencoba, dan alhamdulillah disambut baik,” ungkap Hadi kepada Jawa Pos Radar Madura awal Oktober lalu.

Guru SMPN 1 Tanah Merah itu membuat Game Mat Croco. Games yang di dalamnya berisi pembelajaran itu diciptakan pada 2018 lalu. Tahun ini, guru matematika itu mengikuti lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) yang digelar Kemendikbud.

Tahun sebelumnya, dia hanya keluar sebagai finalis. Belum meraih juara. Baru tahun ini bisa menjadi juara 2. Kegiatan tersebut digelar Senin (23/9) hingga Jumat (27/9). Lokasinya di Hotel Singhasari, Batu.

”Ada 60 guru masing-masing bidang. Konteksnya nasional. Setelah lolos, baru final. Final ada 34 guru masing-masing bidang,” kata Hadi.

Peserta harus memamerkan dan mempresentasikan karya inovasinya. Untuk guru SMP ada tiga kategori. Salah satunya kategori matematika dan IPA (MIPA). ”Bangkalan ada dua orang guru SMP yang lulus final. Saya dan Pak Ilham (Guru Seni Budaya di SMPN Geger 2),” terangnya. ”Alhamdulillah setelah final saya meraih juara 2 untuk kategori MIPA,” timpalnya.

Penyeleksiannya, kata Hadi, melalui jalur online. Bukan seleksi bertingkat. Pihaknya mengirimkan naskah secara online. Setelah itu, ada naskah dari dewan juri. Ketika sudah final, dikumpulkan  untuk pameran dan presentasi. ”Memang itu secara online,” tegasnya.

Tahun ini, dia mengirim games edukasi berbasis Android. Games itu bisa diinstal di ponsel siswa. Games petualangan itu di dalamnya berisi konten-konten yang berhubungan dengan pembelajaran matematika.

”Sudah kami terapkan sejak 2018. Inovasi itu sebelum dilombakan memang harus diterapkan terlebih dahulu,” jelasnya.

Hadi mencoba menerapkan aplikasi tersebut supaya siswa tidak bosan untuk belajar. Sisi menariknya dari games tersebut, karakternya menggunakan baju adat Madura. Ketika awal dibuka sudah kelihatan bahwa pemainnya memakai baju adat Madura dan background-nya menggunakan Jembatan Suramadu.

”Itu sebagai identitas. Jadi benar-benar original buatan orang Madura,” terangnya bangga.

Pada saat pameran, Hadi juga menggunakan pakaian adat Madura. Prestasi yang diraih tersebut bisa menjadi trigger bagi guru-guru yang lain supaya bisa meraih prestasi yang sama di tingkat nasional. Terlebih sebagai trigger agar siswanya juga berprestasi.

”Eranya Revolusi Industri 4.0 anak-anak main games. Daripada main games yang tidak jelas, mending main games yang bermanfaat,” imbaunya.

Pria berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa the best teacher is the active learner. Jadi guru terbaik itu adalah guru yang selalu berusaha untuk belajar. Jangan ketika menjadi guru lalu berhenti belajar.

”Jadikan awal supaya guru terus belajar. Guru tidak boleh kalah sama muridnya. Siswanya serba-digital, jadi gurunya harus bisa,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora mengaku bangga atas prestasi yang diraih Hadi Sutrisno. Diharapkan guru-guru SMP di Bangkalan bersyukur atas prestasi itu.

Di samping itu, pihaknya berharap di lembaga lain ada inovasi berbeda di masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian, guru-guru di Bangkalan terus berinovasi demi menciptakan dunia pendidikan yang lebih canggih.

”Sekali lagi kami ucapkan selamat. Jangan berhenti di situ. Terus tingkatkan inovasi-inovasi demi berkembangnya dunia pendidikan di Bangkalan,” pungkasnya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia