Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Hantam Pohon Asam, Sopir Bus Tewas

06 Oktober 2019, 18: 21: 42 WIB | editor : Abdul Basri

NAHAS: Warga menyaksikan bus PO Haryanto yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, kemarin.

NAHAS: Warga menyaksikan bus PO Haryanto yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep, tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan. Bus jurusan JakartaMadura menabrak tembok pembatas desa dan dua pohon asam kemarin (5/10). Akibat kejadian itu, sopir bus meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul sekitar pukul 11.30. Hanya ada dua orang dalam bus PO Haryanto dengan nopol B 7048 VGA. Yakni, sopir bus Tryono, 35, warga Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Lalu kondektur Slamet, warga Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Abd. Salim, warga yang berada di lokasi mengatakan, sebelum terjadi kecelakaan dirinya sedang makan di warung dekat lokasi kejadian. Tiba-tiba terdengar bunyi benturan keras. Saat dilihat, bus PO Haryanto menabrak pohon asam.

Setelah itu, pria 49 tahun asal Desa Sendang, Kecamatan Pragaan itu langsung mendekati bus untuk memberikan pertolongan. Ternyata, tidak ada penumpang di dalam bus. Sopir dan kondekturnya berhasil keluar melewati kaca depan yang sudah pecah dengan kondisi luka parah.

Kemudian, para korban dievakuasi untuk menjalani perawatan di Puskesmas Pragaan. Menurutnya, tidak ada bekas ban di jalan raya. Kemungkinan sopir mengantuk saat mengemudi. ”Saya sempat masuk ke dalam bus untuk memeriksa penumpang lain, soalnya ada tiga pasang sandal yang saya temukan,” jelasnya.

Sementara Kasatlantas Polres Sumenep AKP Deddy Eka Apriyanto membenarkan kejadian tersebut. Dalam laka tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lagi mengalami patah tulang lengan kanan. Korban selamat sedang menjalani penanganan medis sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Tidak ada penumpang lain di dalam bus. Pihaknya langsung perintahkan anggota untuk ke lokasi kejadian. ”Dugaan sementara, pengemudi mengantuk. Tapi, masih kami dalami lagi. Ya, korban meninggal setelah sampai di puskesmas, bukan di lokasi kejadian,” terangnya. (c3)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia