Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Tempat Menginap Pemain Madura FC Diserang

06 Oktober 2019, 16: 55: 00 WIB | editor : Abdul Basri

BERI KETERANGAN: Pelatih Madura FC Agus Yuwono (tengah) saat memberikan pernyataan pada konferensi pers seusai laga Madura FC kontra Persik Kediri di Kediri, Jumat (4/10).

BERI KETERANGAN: Pelatih Madura FC Agus Yuwono (tengah) saat memberikan pernyataan pada konferensi pers seusai laga Madura FC kontra Persik Kediri di Kediri, Jumat (4/10). (MADURA FC FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pemain Madura FC mendapat sambutan kurang baik. Hotel Viva Kediri yang menjadi tempat menginap para pemain dan ofisial Laskar Jokotole diserang menggunakan kembang api, Jumat (4/10). Tindakan tidak terpuji itu diduga dilakukan oknum suporter tuan rumah.

Para pemain Madura FC tiba di Kediri sejak Selasa pagi (1/10). Namun, jelang hari H pertandingan, Jumat (4/10) sekitar pukul 01.30, hotel yang menjadi tempat beristirahat diserang para perusuh. Praktis, waktu istirahat para pemain dan ofisial terganggu.

Pelatih Madura FC Agus Yuwono menyayangkan adanya perilaku tidak sportif tersebut. Kejadian itu menurutnya berpengaruh pada pemain. ”Saya sampaikan kepada pemain, kalau hanya diteriakin dan dikasih mercon itu kecil. Tapi, beberapa pemain tidak siap dengan kejadian seperti itu,” katanya.

Pria yang akrab disapa AY itu mengaku tidak paham tujuan dari oknum suporter tersebut. ”Kalau mereka suporter, seharusnya teriak di stadion. Pemain kami sudah tidur, mereka bikin onar. Tujuannya apa?” keluh AY.

Ketika Persik Kediri bertamu ke Madura tidak pernah disambut dengan tindakan rusuh oleh suporter. Meski ada keributan saat pertandingan, hal itu terjadi antar pemain di lapangan.

Diduga, kerusuhan tersebut dibuat atas dasar ketidaksenangan beberapa oknum suporter Persik Kediri terhadap salah satu pemain Madura FC. Sebab, saat kerusuhan terjadi, oknum suporter tersebut berteriak dan mencaci salah satu penggawa Laskar Jokotole.

”Kalau memang tidak senang dengan salah satu pemain, datangi. Satu lawan satu, selesai. Pemain kami salah apa? Kalau pernah ribut antar pemain di lapangan, di situ sudah ada wasit, ada komdis,” jelasnya.

Dia menambahkan, kejadian tersebut berimbas pada kualitas permainan para pemain Madura FC. Beberapa pemain emosi dan kerap tidak mendengarkan instruksi pelatih. Meski demikian, AY tidak ingin mengaitkan kejadian tersebut dengan kekalahan Madura FC dari Macan Putih dengan skor 2-0.

”Kami sudah mengantisipasi permainan lawan. Tapi, pemain banyak yang emosi. Sehingga mempengaruhi permainan. Ada yang fight dan ada yang bermain sendiri,” ujar AY.

Saat ini, Madura FC berada di zona merah. Tim yang bermarkas di Kota keris tersebut berada di urutan paling bawah klasemen sementara Liga 2. Joko Prayitno dkk harus terus berjuang untuk keluar dari ancaman degradasi.

Tersisa dua laga yang bisa dimaksimalkan. Yakni, laga tandang melawan Persiba Balikpapan, Selasa (8/10). Kemudian, menjamu Persatu Tuban pada Minggu (13/10). ”Kami tetap latihan intensif sampai pertandingan berikutnya. Dalam setiap pertandingan para pemain harus fight. Berjiwa petarung, bukan jiwa penari,” tandasnya.

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia