Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pendataan Tuntas, Relokasi Buram

05 Oktober 2019, 11: 19: 26 WIB | editor : Abdul Basri

BAKAL DITATA: Pengendara berhenti di sisi kiri jalan untuk membeli barang ke pedagang kaki lima di Jalan Kesehatan, Pamekasan, kemarin.

BAKAL DITATA: Pengendara berhenti di sisi kiri jalan untuk membeli barang ke pedagang kaki lima di Jalan Kesehatan, Pamekasan, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan terus berusaha menjadikan kotanya semakin cantik. Salah satunya dengan melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL). Pendataan sudah selesai. Namun, tempat baru untuk relokasi hingga saat ini masih buram.

Per 2 September 2019, Satpol PP Pamekasan mencatat 775 PKL yang terdata. Mereka menjajakan dagangan di beberapa titik di sekitar kota. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah.

Kasatpol PP Pamekasan Kusairi mengatakan, kendati data sudah rampung, lokasi yang dicanangkan untuk dijadikan tempat mengkal PKL secara khusus belum diketahui. Karena itu, hingga saat ini satpol PP hanya bisa mengimbau dan menjaga terhadap PKL yang sering menempati ruas jalan.

Kusairi menambahkan, jumlah PKL bisa terus bertambah. Sebab, jumlah tersebut akan berubah sesuai temuan baru di lapangan. Selaku penegak perda, sapol PP terus menyisir jalan dan menggali temuan. Dalam penyisiran itu sambil lalu mendata PKL baru yang belum terdata.

Dia mengharap semua pihak terlibat menjadikan Pamekasan Cantik. Jika menunggu tempat relokasi yang baik, tidak bisa terealisasi dalam waktu dekat. ”Karena kalau menunggu, waktunya masih lama. Pak Bupati menginginkan empat titik lokasi,” terang pria yang pernah menjabat sebagai camat Batumarmar tersebut.

Satpol PP hanya akan mendorong PKL untuk menempati titik lokasi yang diperbolehkan perda. Ada jalan-jalan umum yang diperbolehkan untuk ditempati. ”Nanti kita akan mendorong PKL ke sana,” terangnya.

Kendati boleh menempati area sesuai perda, ada jam operasional bagi PKL. Setiap PKL diminta bertanggung jawab membersihkan tempat mereka berjualan. ”Sambil lalu menunggu relokasinya,” tandasnya. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia